LAMPUNG : BERANI MEMBUAT EVENT SENDIRI DAN MANDIRI



Sedikitnya Club di Provinsi Lampung yaitu Kota Bandar Lampung dalam hal ini sebagai ibukota Provinsi tentunya cukup mengganggu kreativitas event organizer (eo) lokal dalam hal membuat event. sharing ticket yang kecil dan sangat merugikan cenderung membodohkan, ditambah tidak adanya pembagian keuntungan (sharing) food & beverages (f & b) dan turut campurnya mereka dalam mengatur line up dj event kita sendiri dan meminta kita untuk membawa dj cewek yang mereka inginkan, merupakan beberapa kendala utamanya. Hal lainnya yang tidak kalah penting malah lebih genting dimana salah satu club lokal baik management, resident dj dan ownernya bersatu padu membudidayakan event event dengan musik ke"kota"an dengan seringnya mendatangkan dj cewek yang kita semua tidak pernah mendengar namanya sekalipun palagi mendengar kiprah mereka dalam edm scene bangsa, terlebih dengan sering mengundang beberapa dj cewek dari philipina dan negara tetangga lain yang musiknya jauh lebih "kota" dari musik "kota" sendiri. Tidak ada maksud kami untuk mendeskreditkan dj cewek, dalam kasus di Lampung yang kami maksud dj cewek pada salah satu dan salah dua (club lainnya) adalah seringkali mereka membawa dj cewek yang berasal dari antah berantah dengan kualitas musik dan kemampuan men-dj mereka yang jauh dari "seadanya" bahkan bisa dibilang tidak bisa/mampu dan pernah juga ditemukan (tidak jarang) hanya memutar mixtape saja dan bergaya seolah-olah mrk me-mixing dan blending lagu tersebut spt layaknya seorang dj. walau atas nama hiburan dan omset tentulah hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena hal tersebut baik secara langsung ataupun tidak langsung telah mencoreng profesi dj sebagai sebuah hobi dan bahkan pekerjaan bagi beberapa orang yang melakukannya dengan kesungguham, passion.

Oleh karena itu, thread ini gue buat hanya sebatas kepada kita semua pelaku edm di Lampung, baik itu event organizer, dj, vj, mc maupun pelaku edm lokal lainnya. Thread ini bertujuan untuk menggugah bagi yang bisa tergugah maupun sebagai bahan renungan dan pemikiran untuk mereka yang ingin membangun edm di Lampung untuk menjadi selangkah lebih baik setiap waktunya agar Lampung menjadi salah satu lumbung penyumbang event maupun dj/vj/mc berkualitas bagi edm scene nasional, tidak kurang tidak lebih.  thread ini juga bertujuan untuk memberikan beberapa jalan alternatif yang "mungkin" patut dicoba bagi mereka yang ingin memproduksi event diluar sistem dan diluar club yang ada.

Bagi teman-teman yang bervisi sama dan "tidak mau" dibodohi oleh sistem kerjasama club lokal yang lebih banyak merugikannya dibanding memberikan keuntungan, maka thread ini dapat dijadikan bahan untuk bertukar pikiran dan informasi agar kita pelaku edm di Lampung dapat membuat event event diluar club yang secara kualitas dan musikalitas kita harapkan akan jauh lebih baik dari club lokal yang "sementara" ada dan beroperasi saat ini. karena seperti yang kita ketahui, banyak sekali eo lokal maupun dj lokal membuat event rela merugi bahkan dj nya tidak dibayar dengan motto "yang penting tampil". tentunya tanpa bermaksud merendahkan, bisa dimaklumi bahwa hal tersebut lumrah bagi mereka yang memiliki strategi promosi untuk menaikkan popularitas mereka sebagai ajang promosi tingkat awal sbg dj atau eo lokal baru, namun menjadi sangat bodoh jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama sekali, karena akan membuat diri mereka sendiri sebagai seniman tidak dihargai oleh club lokal yang ada, pihak sponsor maupun nantinya eo dan dj junior baru selanjutnya untuk Provinsi Lampung.

Gue juga akan mencoba berbagi beberapa pilihan dan sedikit cara untuk bagaimana caranya melawan sistem club lokal dan bombardir sponsor dengan permintaan mereka akan dj2 yang tidak masuk akal cenderung tidak pantas ditampillan sebagai dj profesional maupun dengan kecilnya angka sponsorship kepada eo lokal.

BERANI MEMBUAT EVENT SENDIRI DAN MANDIRI
maksudnya, bila eo maupun sebagai pribadi teman-teman mendapatkan kesulitan dalam hal pemilihan venue (dalam hal ini "club") yang semuanya jika kita turuti dan secara hitung-hitungan bisnis lebih banyak ruginya, maka kenapa kita tidak membuat event kita sendiri dan secara mandiri. tentunya event sendiri tidaklah harus selalu besar. karena event dapat kita kategorikan menjadi "kecil, sedang dan besar" (dengan jumlah dana produksi yang berbeda beda sesuai besaran event tsb). event juga bisa dilaksanakan di outdoor area maupun indoor area, outdoor dapat banyak dicari di sekitar kota Bandar Lampung dengan syarat rajin mencari dan mensurvey lapangan, sedangkan indoor apalagi (lebih mudah), hanya dibutuhkan kreativitas dalam mencarinya serta ketekunan dan detail mengulik siapa orang atau badan yang bertanggung jawab atas venue tersebut.

Mengenai pembiayaan event, tentunya yang pertama adalah sponsor. namun dalam hal ini karena sponsor di Lampung spt yang kita ketahui sangat sulit membantu kita karena mereka telah melakukan kerjasama dengan club lokal dan berkonsentrasi hanya mebuat event di club lokal tsb, dan bahkan bbrp sponsor hanya menggunakan satu eo saja (secara terus menerus) untuk mempercayai event yang mereka miliki tanpa membedakan kualitas event dari eo lainnya (sponsor bersifat tidak profesional dan mengedepankan kedekatan personal atau "mungkin" proyek cuci uang yaitu uang sponsor untuk eo boneka dan hasilnya untuk oknum orang dalam sponsor itu sendiri), namun tidak ada salahnya mencoba, karena sponsor juga manusia, siapa tau bila nasib baik mereka "akhirnya" mensupport event kalian.

kedua, yaitu donatur, dalam hal ini dibutuhkan kedekatan personal eo lokal atau pelaku edm lokal dengan bbrp pihak yang dirasa cukup mampu secara finasial untuk membantu pendanaan event. tentunya ada dua pilihan yang bisa teman-teman tawarkan yaitu "dana tersebut didapat tak terikat/mengikat yaitu mereka membantu uang secara cuma-cuma (sukarela) (biasanya mereka yang mendukung usaha dan gerakan kita meramaikan kota ini maupun mereka yang ingin berpartisipasi membantu membesarkan edm lokal) dan kita berhak menggunakannya dan menerima penuh keuntungan event tsb menjadi milik kita, atau yang kedua yaitu dana bantuan tersebut merupakan saham donatur, dengan kata lain mereka membeli event kita dan kerugian maupun keuntungan yang ditimbulkan akan menjadi milik (hak) mereka secara penuh (seutuhnya)"
(tidak ada ruginya juga toh ? yang penting event jalan, dj dibayar, eo dibayar dan event yang sukses akan membuat mereka berinvestasi lagi kepada kita untuk event event selanjutnya. dengan kata lain...eo kalian menjadi makmur dan event pun demikian).

bila sponsor dan donatur tidak juga didapat, maka jalan ketiga harus dilakukan yaitu membuat suatu event dengan biaya sendiri. dalam hal ini bila yang memproduksi event tersebut merupakan dj management/eo/sekumpulan anak muda, "mungkin" bisa patungan dari kocek masing-masing dengan perjanjian uang tersebut menjadi saham bersama yang dihitung dari besar kecilnya setiap orang ber-investasi. namun hal ini tentunya memerlukan niat yang besar dan keseriusan dalam membuat event yang matang dengan tujuannya yaitu untung atau setidaknya balik modal (bep). point ketiga jarang dilakukan oleh kita semua, karena kita cenderung ingin bermain aman dan tidak mau rugi. padahal rugipun belum tentu. oleh karena itu, persiapan event yang matang, pemilihan waktu yang tepat dan niat baik ditambah keseriusan untuk membuat event event yang sukses dan berbeda dari events yang diadakan club lokal haruslah dikedepankan. karena ini merupakan pekerjaan kotor (dirty job), kalau bukan kita siapa lagi ?

Tapi hal diatas yang ditulis dengan seadanya dengan pengalaman yang seadanya juga ini, tentunya tidak akan pernah dilakukan bagi mereka yang berpikir tidak mau rugi, hanya menunggu diajak oleh teman atau eo teman dalam sebuah event namun tidak pernah mengajak dj/teman lainya yang tentunya secara langsung turut memakmurkan teman kita sendiri, dan biasanya mereka yang spt itu (tidak ingin menciptakan sesuatu dan hanya menunggu) adalah mereka yang  ber-aktivitas melakukan dj ing hanya karena atas dasar untuk mengembangkan pribadi (dirinya sendiri), tanpa visi untuk memajukan dance scene lokal.

pernah suatu ketika Ireng Maulana seorang musis jazz  kawakan Indonesia datang ke Lampung,  gue dengerin dia wawancara pada sebuah radio swasta di Lampung dia berkata untuk anak muda Lampung : "Kalau temen-temen anak muda Lampung ngerasa kotanya sepi, kurang berbudaya dan kurang ramai, ya ayo kalian yang membuatnya ramai dengan dimulai dari diri sendiri dulu. Ramaikan pojok-pojok jalan, pinggiran-pinggiran jalan dengan musik kalian, bawa alat musik kalian dengan sound system seadanya namun dengan musik yang luar biasa untuk diperdengarkan kepada anak muda lainnya dan masyarakat Lampung pada umumnya. Pasti nantinya cepat atau lambat Lampung akan menjadi Provinsi yang berbudaya dengan musik sebagai alat pembesarnya dan menjadi sebuah provinsi yang menciptakan sesuatu bukan hanya bisa meniru saja"

mohon maaf jika ada yang salah dan kurang baik dalam penulisan, semoga kita semua di Lampung dapat berlomba membuat suatu electronic music event yang besar, berkualitas dan pada akhirnya Lampung sendiri tanah dimana kita tinggal yang akan menjadi berwarna dan penuh musik elektronik dimana-mana. dan kita bisa keluar malam dan menghamburkan uang kita demi event dan musik yang indah dan berwarna. tentunya tidak akan menjadi sia sia. bagi yang selalu beralasan kami perlu uang, bisnis spa atau narkoba mungkin lebih cepat dapat uang, lakukan saja itu, tapi jangan bila bekerja di club atau bahkan sebagai eo membuat event terkesan asal-asalan dan merusak dance scene yang sudah dibangun sejak dulu di Lampung dan dalam perjalanannya memang sangat lambat membentuk komunitas yang berkualitas, butuh kesabaran.

tulisan ini dibuat dalam keadaan mental yang baik tanpa pengaruh alkohol dan narkoba (karena bukan pemakai narkoba).

stay positive guys!




PHUTURE89
Pulaupasir foundation & 1945mf



22/09/13, 20:41 by phuture89 , Viewed 1801 times.

Comments

Please login or register to post comments.
    Pages: [1]

    Write Comment

  • formatted  on 23/09/13, 09:24
    Pilu hatiku membacanya bang :(
    Harus mulai memperbaiki kota ini dari diri kita masing masing.
    Pencerahan  :'(
    Thanks bang..  *piss* *bgs*  8)
  • phuture89  on 23/09/13, 12:06
    yogi > jgn dijadiin pilu bro, harus ketawa2 dan dijadiin semangat malah. bayangin kalo kita semua kompak di lampung soal beginian walaupun jalan sendiri sendiri, tapi efeknya bisa sangat besar ke 2 club lokal tsb. kalo kita semua buat event di luar club "krn mrk kejam perihal kerjasama" gue bisa pastiin omset mereka per:bulan terjun bebas.

    kecuali, club se-model diatas udh banyak di lampung, baru deh kita bakal lebih pusing. cuma 2, orang lampung segitu2 aja juga, marilah :)

    semangka.......hahahahaha
  • bless the child  on 23/09/13, 22:02
    u'r guys make own dance scene...mantaf

    keep strugle dan pantang menyerah!!
  • phuture89  on 27/09/13, 10:18
    thx oom ber...mari sama2 ber joeang ;)
  • astari.saraswati  on 27/09/13, 11:07
    good job, ini bagus nii pencerahan buat di kota lain
  • Jerome  on 29/09/13, 11:45
    Big Up PPF ..don't worry ..being mainstream is so last year  *piss*
  • nikofendi  on 29/09/13, 20:40
    hampir sama dengan di sini... kita yang pendatang baru hanya coba bertahan dan terus berjuang.
  • Lamid45G  on 30/09/13, 14:02
    Semangat terus oom phuture,
    Mudah2an Lampung bisa bergejolak lebih gahar lagi ... *tepuktangan*
  • AYREN MAYDEN  on 06/10/13, 23:43
    Never mind the bollocks here's the Pulaupasir foundation.
  • phuture89  on 07/10/13, 08:31
    hahaha....thx lad!