Grant Nelson Interview



Grant Nelson, lelaki bertubuh besar kelahiran London ini dikenal sebagai salah satu pembesar UK Garage. Berkecimpung selama lebih dari 25 tahun di lantai dansa membuatnya mencoba berbagai macam style. Sebagai produser dia punya segudang moniker (nama lain) yang masing masing punya style musik yang berbeda. Pada tahun 90-an dia terkenal sebagai Wishdokta yang memproduksi lagu lagu Drum n Bass. Dengan nama ini dia sempat juga bikin beberapa track Happy Hardcore. Tahun 97 dia mulai memakai nama lain Bump & Flex dan mulai membuat track Two Step. Salah satu lagu terbesarnya adalah remix lagu "Funk On Ah Roll" dari James Brown. Setelah tidak aktif sebagai Bump & Flex, Grant Nelson memulai karirnya sebagai house producer sampai sekarang. Beberapa artis besar yang pernah diremix / kerja bareng dia antara lain adalah Jodeci, Aaliyah, Artful Dodger, Goldie, Brand New Heavies, Simply Red sampai Faithless.

Minggu lalu kita ketemu Grant Nelson di Stadium Jakarta dan doi ternyata bisa diajak main di Shut Up pas hari minggu. Berikut ini interview dengan Grant Nelson...

Ravelex : Sejak kapan anda mulai producing?
Grant Nelson : Mulai dari early age sekitar  umur 9 dan 10 thn,bermain dengan 2 stereo set orang tua sisi kiri dan kanan dan sebuah tape deck, bermain maindengan volumenya  dan mulai merekam pada umur 11 tahun  mulai punya tape record, terus mulai bikin lagu disco jaman dulu dengan cara "record, pause dan mix" dan looping bagian track yang di record, di bagian yang tepat. Sejak dari itu  mulai mengumpulkan piringan hitam, hingga suatu hari pada saat kerja di summer  school,dan mulai maen di party-party kecil dan summer party. Orang orang disana mikir kalo permainan gua bagus, dan terus berlanjut dan sampai sampai gua main dimana mana.
 
Ravelex: Jadi lo Producing dulu baru jadi DJ?
GN : Bukan, gua ngeDJ dulu, baru producing. Waktu masih kecil itu cuman main main kok. Sebagai DJ gua udah 25 tahun, sedangkan sebagai produser 21 tahun.



Ravelex : Dulu anda pernah buat  party-party yang illegal,benarkah itu?
G N : Iya dulu pernah bikin party yang illegal dan gua pernah ketangkap  sekali, tapi menyenangkan karena orang-orang datang hanya ingin mendegarkan  music, kita bikin party bukan hanya untuk mendapatkan uang. Tapi itu semua hanya  untuk music dan kebersamaan orang dalam party. Its all about the vibe.
 
Ceritakan kami tentang label baru  anda Nice n Ripe?
G  N : Ouhhh tidak - tidak sebenarnya itu record label yang sudah lama sekitar 6 dan 7  tahun yang lalu, dan kita relaunch lagi label itu. Label itu dibuat adalah untuk mengakomodir style original saya dari  house music dari tahun 1993. Kita ingin mengembalikin music midnight east dan  funky yang pernah sukses pada jaman dulu.
 


Ravelex : Apa yang memotivasi anda  untuk membuat GN Studio Essential?
G N : Studio Essentials? Ya itu hal yang pengen gua lakuin dari dulu saat gua pertama kali bikin musik. Gua punya banyak sample aneh pada masa itu dan gua pengen bikin sesuatu yang cool. Turus gua mulai menyatukan semuanya dan ternyata sangat sukses. Chord Essential  Studio sebenarnya sudah gua mulai pada 10 tahun lalu waktu mulai sering travelling, dan saat itu tantangannya lebih berat, kita ga punya alat yang mobile seperti sekarang yang tinggal bawa usb midi kemana mana. Dan saat itu gua bikin cordnya dirumah, terus dimasukin ke laptop, dan karena ga bisa bawa midi keyboard kemana mana, jadinya gua bikin aja dari sample chord yang udah direkam sebelumnya terus diedit di laptop sepanjang travelling. Terus 8 tahun kemudian kita punya alat alat baru (usb midi) yang lebih praktis, gua mikir kalau alat itu udah ada dari dulu akan sangat bagus sekali. Dan hal ini bagus untuk memberikan kesempatan  producer yang tidak bisa maen keyboard untuk memotivasi producer-producer muda lain.
 
Ravelex : Dulu anda sebagai Two Step  Producer Bump & Flex. Dan ramalan mengatakan Two Step dimasa ini akan  menjadi Future Garage. Jika anda mempunyai kesempatan itu apakah rasa ingin  kembali sebagi Bump & Flex?
G N : Record terakhir yang gua buat  sebagai Bump & Flex tahun 2003 lalu. Dan gw banyak mendapatkan email dari  kawan dan label record untuk kembali ke Bump & Flex. Jujur gw punya rencana  untuk Bump &Flex tapi tidak pernah bilang untuk tidak, 2 tahun lalu pada saat  membuat Fade track "Kimble", ada sound-sound yang potensial untuk  Bump & Flex, hanya menunggu waktu yang tepat, biarkan semua itu jalan sepertinya  dan akan ketemu waktunya. Ya semua yang gua bikin ga pernah sia-sia, mungkin kalau belum pas untuk keluar sekarang, akan gua simpan sampai waktunya pas untuk di rilis.

Ravelex : Ini adalah 4 kalinya anda  maen di Indonesia, gig terbaik anda di Indonesia?
G N : Hahaha,semuanya  "i  Love Dragonfly" orangnya dan suasana sangat menyenangkan dan sexy club, Junction Bali, Yogyakarta dan Embassy merupakan gig-gig terbaik gw di Indonesia. Semuanya menyenangkan  main disini.


 
Ravelex : Dengan adanya kemudahan digital saat ini sangat mudah untuk  menjadi dj. Apa pendapat lo?
G N : Ya sebagian diri gua mau bilang kalau Vynil lebih baik dari CD, tapi ga juga kok. Menurut gua kalau lo pasang CD disamping vinyl, suara vinyl terdengar lebih buruk, dahulu saat vynil masih berjaya, lo puter CD disampingnya kedengeran kurang. Ya semua relatif sebenernya. Tapi berkat kemajuan teknologi, banyak hal dan tricks yang bisa dilakukan dengan CDJ, gua banyak main acid dan banyak ngecut banyak loops, hal itu ga bisa dilakukan di turn table. Sekarang kita ga perlu takut CD kita baret, kalaupun baret, bisa kita burn lagi.Kalau vinyl rusak, selesailah, beli yang baru.  Banyak old school DJ yang takut dengan laptop, tapi lama lama juga bisa terbiasa. Teknologi akan terus berkembang, kita hanya harus ngikutin aja. Tapi sejujurnya ya, lo ga perlu jadi ahli banget (secara teknis) untuk bisa ngeDJ, you dont have to be a rocket scientist to DJ, pada akhirnya yang paling penting adalah bagaimana pemilihan lagu lo dibandingkan skill lo memainkan alat. Hal itulah yang membedakan DJ bagus dan jelek. Apa yang lo mainkan dan kapan lo mainin. Itulah intinya.

Ravelex : Kata-kata terakhir anda untuk  producer dan dj muda di Indonesia?
G N : Diluar itu keras, ini merupakan game yang keras jangan mengharapkan  bakal sukses dalam satu malam. Bila lo  memang sukses dalam waktu cepat be cool with it, its a tough game, and remember where you came from. Karena  orang-orang sekitar lo tau dimana lo berasal, ini membutuhkan kerja keras dan  dedikasi yang tinggi untuk menghadapi permainan keras dunia ini. jangan pernah  meninggalkan siapa diri lo.


12/04/11, 23:41 by Gober , Viewed 2460 times.

Comments

Please login or register to post comments.
    Pages: [1]

    Write Comment

  • dirtynumbangelboy  on 13/04/11, 00:16
    Mirip si @club2club yah..
  • Frico  on 13/04/11, 02:23
    Mirip si @club2club yah..

    ..LOL..
  • ^rustyman^  on 13/04/11, 03:50
    Mirip si @club2club yah..

    club2club di fusion sama blessthechild
  • nandi  on 13/04/11, 12:09
    ditunggu interviewnya louie vega buat selanjutnya..kebetulan sabtu besok dia main di 365 ;)
  • Ricco.Sepet  on 13/04/11, 14:19
    *bgs*
  • club2club  on 13/04/11, 14:45
    gantengan gw dan berry dong  8)
  • bless the child  on 13/04/11, 15:25
    betul tuh de.hahahahaha
  • Knowhow  on 13/04/11, 16:33

    Ravelex : Kata-kata terakhir anda untuk  producer dan dj muda di Indonesia?
    G N : Diluar itu keras, ini merupakan game yang keras jangan mengharapkan  bakal sukses dalam satu malam. Bila lo  memang sukses dalam waktu cepat be cool with it, its a tough game, and remember where you came from. Karena  orang-orang sekitar lo tau dimana lo berasal, ini membutuhkan kerja keras dan  dedikasi yang tinggi untuk menghadapi permainan keras dunia ini. jangan pernah  meninggalkan siapa diri lo.

    this = win  *tepuktangan*
  • AndrE ClayZ  on 13/04/11, 18:12
     *bgs*
  • electric  on 14/04/11, 02:04
    House master!!!
  • danzadanzi  on 14/04/11, 10:53
    kemarin 2 jam pertama menurut gw gak sedep ya set nya ... kaciwa  :(
  • putra99  on 14/04/11, 17:07
    Living Legend
  • phuture89  on 15/04/11, 07:45
    quote from grant:
    Ravelex : Dengan adanya kemudahan digital saat ini sangat mudah untuk  menjadi dj. Apa pendapat lo?
    G N : Ya sebagian diri gua mau bilang kalau Vynil lebih baik dari CD, tapi ga juga kok. Menurut gua kalau lo pasang CD disamping vinyl, suara vinyl terdengar lebih buruk, dahulu saat vynil masih berjaya, lo puter CD disampingnya kedengeran kurang. Ya semua relatif sebenernya. Tapi berkat kemajuan teknologi, banyak hal dan tricks yang bisa dilakukan dengan CDJ, gua banyak main acid dan banyak ngecut banyak loops, hal itu ga bisa dilakukan di turn table. Sekarang kita ga perlu takut CD kita baret, kalaupun baret, bisa kita burn lagi.Kalau vinyl rusak, selesailah, beli yang baru.  Banyak old school DJ yang takut dengan laptop, tapi lama lama juga bisa terbiasa. Teknologi akan terus berkembang, kita hanya harus ngikutin aja. Tapi sejujurnya ya, lo ga perlu jadi ahli banget (secara teknis) untuk bisa ngeDJ, you dont have to be a rocket scientist to DJ, pada akhirnya yang paling penting adalah bagaimana pemilihan lagu lo dibandingkan skill lo memainkan alat. Hal itulah yang membedakan DJ bagus dan jelek. Apa yang lo mainkan dan kapan lo mainin. Itulah intinya.

    cool!
  • vj funknatic motion  on 28/12/11, 18:20
     *bgs*