CARA MEMBUAT EVENT SUKSES, BERMUTU & BERMANFAAT



Tentunya kita semua sudah mengetahui bahwa event yang sukses memiliki KPI (key performance indicator) yang cukup jelas yaitu "ramai pengunjung, pengisi acara yang menampilkan suatu hiburan yang menyerupai sempurna dan jalannya event yang lancar/tertib" serta ditambah kunci sukses lainnya lagi. namun tidak bisa dipungkiri bahwa suatu event tentunya tidak akan selalu bisa mencapai semua keberhasilan diatas terlalu sering seiring roda keberuntungan yang selalu berputar ditambah dari perbedaan selera dan keinginan party goers yang kadang sering berubah, dapat dikatakan kunci sukses suatu event tidak menjadi harga mati harus selalu "ramai" yang terkesan ramai adalah satu-satunya sebuah kunci kesuksesan suatu event, walau tidak dapat dipungkiri secara bisnis jumlah pengunjung tentunya kunci sukses di posisi pertama bagi sebagian orang/eo/club/etc, dan hal ini tidak dapat disalahkan juga, karena visi dan tujuan setiap eo/club/etc berbeda-beda.

sekali lagi, thread ini tidak bermaksud mengajarkan, mengarah ke salah satu pribadi bahkan kelompok, namun hanyalah sebuah bagian dari proses tukar pikiran dan saling mengingatkan antar pelaku EDM agar selalu dan tidak lupa untuk turut membangun EDM secara berkualitas, bermutu dan memiliki nilai edukatif dalam banyak hal sebagai salah satu kiblat hiburan dunia pada era ini sebagai sebuah komunitas musik yang tidak lagi minoritas, namun hampir semua bagian masyarakat dunia sudah mengenal, menikmati dan bahkan mencintai musik masa depan ini.

thread ini akan membahas dari sisi yang lain, yaitu sisi alternatif yang ingin mencoba menjelaskan bahwa tentunya kita sebagai pelaku EDM tentunya juga jangan sampai lupa faktor lainnya yang juga merupakan kunci sukses serta hal-hal lainnya yang tidak terlepas dari semangat EDM itu sendiri.


EVENTS

saat ini, banyak sekali eo/club yang hadir di Indonesia hanya mengedepankan nilai bisnis nya saja dalam hal produksi sebuah EDM events. salah satunya adalah lahirnya banyak event yang begitu-begitu saja, live pa yang begitu-begitu saja, yang pada akhirnya melunturkan arti dari sebuah live performance yang sebenarnya yang sensasinya tentu lebih jauh berbeda. ditambah dengan banyaknya eo/club yang membuat suatu event dengan mengedepankan uang semata (money oriented) tanpa adanya gebrakan baru dalam suatu proses pembuatan event, hal ini dapat dilihat dengan latahnya trend live pa yang diikuti dengan event sejenis oleh club/eo lainnya, menjual suatu genre yang itu-itu saja yang akhirnya mengkotak-kotakkan sebuah genre dalam edm dan mengharamkan beberapa genre agar tidak dimainkan dalam sebuah event/club, serta banyaknya event yang menjual dj perempuan yang kadang jauh dibawah standard dari edm itu dan disebut pula dengan fdj alias female disc jockey, yang pada akhirnya seorang dj akan dibedakan menjadi gender, yang ujung-ujungnya bukan kualitas musik yang dijual namun justru sisi feminisme kewanitaannya yang menjadi daya tarik dalam sebuah event yang dibuat oleh eo/club. hal ini tentunya sangat disayangkan, karena seorang dj seharusnya dapat dinikmati dan dapat menghibur party goers melalui sebuah music journey yang mereka ciptakan ataupun pertunjukkan musikalitas lainnya yang tentunya pada akhirnya dapat menghibur kita selaku penikmat edm dan menambah warna dan khazanah sebuah edm itu sendiri.

eo/club yang banyak melakukan salah kaprah dalam sebuah proses produksi sebuah event di atas sering terjadi tentunya karena tujuannya adalah bisnis atau uang semata, dan kadang terjadi karena pelaku yaitu eo/clubowner itu sendiri ataupun tim yang bekerja membantu mereka tidak mengerti tentang apa itu ELECTRONIC DANCE MUSIC (EDM). benar, edm adalah sebuah hiburan, musik masa depan dan futuristik, namun jangan dilupakan bahwa EDM adalah sebuah kultur, banyak orang yang menjalaninya dan hidup di dalamnya karena cinta dan hobi yang mendarah daging, lalu pada akhirnya juga adalah sebuah pekerjaan bermartabat sebagai sebuah pekerjaan dan bagian dari seni yang menghasilkan dan menjanjikan.


EVENT SUKSES, BERMUTU & BERMANFAAT


seharusnya setiap eo/club dalam melakukan bisnis "wajar" bila uang/omset menjadi kunci sebuah kata sukses, karena secara bisnis tentunya kesehatan keuangan/omset dari event yang mereka produksi adalah satu-satunya jalan untuk mereka agar bertahan dalam bisnis yang mrk jalankan atau eksis. namun tentunya thread ini juga mengingatkan, bahwa dalam perjalanannya, bukankah sebaiknya eo/club dalam proses produksi suatu event juga tidak melupakan untuk turut membangun edm untuk satu langkah maju kedepan, yaitu diantaranya dengan membuat event yang bermutu dan bermanfaat diantaranya dengan cara:

1. menampilkan berbagai macam dj dengan genre yang berbeda-beda dengan tujuan dikenalnya berbagai genre edm oleh party goers dan membuat mereka kaya pengetahuan akan genre tsb.
2. menampilkan sebuah pertunjukan live pa yang mumpuni, yang misalnya mengundang band elektronik kawakan dan kualitas bangsa ini, atau setidaknya membuat suatu live pa bersama artist/seniman yang tentunya juga berkualitas bukan justru kadang menampilkan artist/selebriti yang sedang hits saja dan terkesan memaksakan.
3. menampilkan dj tanpa membedakan gender yang berkualitas serta penuh musikalitas dan skill serta prestasi dan nilai jual yang mendidik, bukan karena suatu bentuk feminisme hampir telanjang dan menjual aurat lalu tanpa didukung keahlian dj ing yang mumpuni dan pada akhirnya menjadi penipuan dalam sebuah pertunjukkan edm dan meninggalkan bekas luka dan trauma akan sebuah event edm bagi mereka yang haus dan benar-benar mencintai atau baru memulai mencintai edm itu sendiri. masih banyak hal lainnya lagi yang dapat dikatakan memiliki nilai yang bermanfaat dalam sebuah event diluar omset/uang/profit semata.

banyak sekali saat ini, ketika event memiliki ramai pengunjung maka "sukses" menjadi judul yang besar atau headliner sebuah berita. hal ini tentunya tidak sepenuhnya benar, karena sekali lagi banyak kunci sukses dalam sebuah event. berikut adalah contoh event bermutu dan memiliki semangat edm yang mumpuni, yang diantaranya adalah:

1. GLIMPSE by microchip
2. PHUKTION by javabass
3. WE PLAY IT DEEP
4. SHUT UP
5. TUESTEP
*terdapat event lainnya lagi yang tidak bisa saya sebutkan secara satu per satu disni.

beberapa contoh event diatas, merupakan sebuah event alternatif dan komunitas yang tentunya uang adalah tujuan utamanya sebagai bagian dr sebuah bisnis dan industri, namun tidak menjadi begitu penting bagi mereka dan tidak harus selalu omset yang menjadi target utamanya, karena pada akhirnya komunitasnya yang terbangun, sebuah musik alternatif yang masih minim diminati di Indonesia tersebut yang mereka usung justru perlahan namun pasti memiliki penggemar, kawan dan sahabat serta sebuah perkembangan dari genre tersebut yang lambat laun menjadi besar tanpa kita sadari. dulu mungkin drum n bass masih sedikit yang dapat menikmatinya, namun saat ini secara pelan dan sabar javabass telah menciptakan sebuah komunitas dnb yang besar, bahkan event yang besar pula ditambah militan dan itu terbukti hingga saat ini. begitu pula dengan glimpse, we play it deep, shut up dan tuestep yang memiliki nama besar hingga ke regional lain di luar regional dimana event tersebut diadakan yaitu di Jakarta dan Pulau Jawa.

Hal ini berkaitan dengan penjelasan awal mengenai eo/club yang tentunya money oriented dan itu tidak salah karena mereka menjalankan sebuah bisnis yang tentunya memiliki tujuan mendulang keuntungan dan bertahan serta eksis. namun, selayaknya dalam sebuah produksi event mereka setidaknya seharusnya di selipkan sebuah event yang mengusung semangat untuk membuat event yang bermutu dan bermanfaat dari sudut pandang EDM itu sendiri, bukan bermutu & bermanfaat dalam segi omset dan bisnis semata. sebagai contoh dalam angka atau jumlah, bilamana sebuah eo/club memproduksi 10 event per/tahunnya, setidaknya 1-3 kali event yang mereka produksi adalah sebuah event yang turut memberikan manfaat dan menambah mutu EDM itu sendiri dari sudut pandang EDM sekali lagi, bukan bisnisnya. berkurangkah omset mereka nantinya ? tentunya banyak cara lainnya dalam mengemas sebuah event apapun agar menjadi sukses dengan tidak membeda-bedakan promosi yang dilakukan, semangat dan optimistis bahwa event tersebut akan sukses dan cara lainnya yang tentunya semua pihak dalam pelaku EDM memiliki cara berbeda dan banyak dalam hal teknik mendulang dan mengemas sebuah event agar sukses serta meninggalkan cerita yang berkualitas bahkan bisa menjadi sebuah pionir atau sejarah dalam perkembangan event di regional masing-masing.

hal diatas, tentunya tidak semudah yang kita bayangkan, karena banyak eo/club pada hari ini berada diluar lingkaran dan edm kultur itu sendiri. yaitu mereka yang membuat suatu event namun tidak mengetahui apapun soal edm dalam arti yang sebenarnya, banyak eo/club yang memproduksi suatu event hanya berdasarkan bisnis atau uang semata, banyak eo/club yang menciptakan sebuah event hanya bertujuan untuk tujuan pribadi semisal pembentukan sebuah citra atau bahkan tujuan lainnya yang tidak jelas dan jauh dari sebuah pertunjukkan yang memiliki semangat edm dan cinta edm itu sendiri. banyak eo/club baru yang pada awalnya demikian, namun lambat laun seiring pengalaman dan waktu mulai berubah wujud memproduksi event yang bermutu dan bermanfaat bagi edm itu sendiri, namun banyak pula eo/club yang baru ataupun yang sudah lama eksis tetap tidak mengalami perubahan alias stagnan membosankan namun mereka tanpa sadar merasa nyaman dan menyatakan diri mereka pelaku edm (palsu) dan tetap membuat event yang begitu-begitu saja dan memandang bahwa sebuah event adalah politik dan dapat menjadi sebuah alat politik untuk tujuan yang tidak jelas yang pada akhirnya event-event yang di produksi mereka terkadang"RAMAI" dalam realiasinya, namun kosong dan tidak memiliki sesuatu yang baru dan hanya bisa mengikuti trend namun tidak bisa membuat sebuah trend baru.

thread ini hanyalah sebuah awal dan fondasi kosong yang masih sangat dibutuhkan tambahan pendapat dan opini lainnya dari semua pihak dan pelaku edm, khususnya para senior edm dan dj bangsa ini. dan bukanlah merupakan sebuah persidangan atau hakim yang menyatakan mana yang salah dan mana yang benar, hanya sebagai sebuah pengetahuan dasar dalam hal proses suatu produksi suatu event yang memiliki semangat edm yang kental dan tidak melupakan kultur dan semangat edm itu sendiri. bukan pula maksud penulis untuk menggurui dan terkesan sok pintar, justru thread ini dibuat sebagai bahan pembelajaran kita semua termasuk penulis untuk membuat sebuah events yang semakin baik kedepannya dan tidak meninggalkan semangat edm itu sendiri. bisnis tetap jalan, namun semangat menjaga dan membangun edm sebagai sebuah hobi dan cara hidup tentunya tidak boleh kita tinggalkan.

BE A CREATOR, NOT A FOLLOWER, OR YOU WILL BE AN EDM WHORE.

peace.


KESIMPULAN

tentunya thread ini dibuat dengan masih banyak kekurangan krn terbatasnya pengetahuan gue juga sebagai penulis, semoga member rvlx dapat memberikan ide, opini dan masukan lainnya yang membangun tanpa tendensius pada pihak-pihak tertentu atau perorangan. semoga pada akhirnya, thread ini dapat menggugah semua pihak khususnya eo/club di semua regional untuk dapat berlomba-lomba membuat event yang berkualitas, bermutu dan bermanfaat bagi edm itu sendiri sebagai sebuah kultur dan dapat "sukses" secara bisnis dan uang agar mereka tetap hidup dan eksis namun tidak melupakan dan mau belajar apakah itu "electronic dance music" dalam arti yang sebenarnya serta semangatnya diluar bisnisnya. tidak lantas pula membuat suatu opini bahwasanya sebuah event yang bermutu dan bermanfaat adalah suatu event yang mengusung underground music, thread ini tidak membahas tentang mainstream dan anti-maintream music, namun keberanian semua pihak untuk turut melibatkan pelaku edm dari berbagai pihak, jenis musik yang berbeda dan tidak begitu-begitu saja yang pada akhirnya menciptakan traumatis dan kebosanan bagi party goers mengenai sebuah event.

Dan pada akhirnya yang ada hanyalah "event yg berkualitas dan event yang tanpa semangat edm (dalam kamus bahasa kasarnya adalah begitu-begitu saja)"


QUOTE BY FRIENDS

Sebagai salah satu pelopor dan pembawa house music 20 tahun yg lalu ke dance scene indonesia saya tau benar artinya perjuangan dan kualitas yg seharusnya dance scene di indonesia menuju pada jaman skrg ini.

Bukanlah cita2 kita dj culture di hantui oleh dj perempuan dgn pakaian yg super minim yg konon sekalian berjualan dan dijual oleh managernya. Itu sudah tidak etis dan tidak dapat di toleransi lagi. Mereka tidak menghargai perjuangan para senior yg sudah membangun dance scene selama 20tahun ini. Indonesia Dance Scene !!!

Kemana Rave events yg dulu manjadi icon jkt,bdg,bali??, quallity crowd, journey by DJ, anthem2 yg berkualitas. Apakah kalian tidak menginginkan perubahan untuk bisa bersaing kembali dgn ibiza, miami, london, amsterdam, san francisco..

Saya berharap para pelaku dance scene dari mulai club owner,manager2,dj2,eo dll bangunlah kembali dance scene yg berkualitas international kembali ke DJ Culture / Dance Scene yg sehat dan bermoral (DJ ROMY | 1945MF)

Dari statement DJ Romy, saya hanya ingin mengingatkan bahwa ini semua berujung kepada salah kaprah para owner club. Dan marilah kita sama sama sadar bahwa tidak ada di dunia EDM istilah FDJ..itu istilah yg paling merendahkan harga diri wanita itu sendiri..bukan karena kualitas, tapi hanya dari gender.. Yuk berubah yuk! #HapusFDJ (AKHDA | DANCE SIGNAL)

Melihat perkembangan Electronic Dance Music di Indonesia sekarang ini, saya merasa dance scene sekarang mengalami penurunan kualitas dari banyaknya muncul Topless Female DJ.

Sebagai salah satu DJ Female di Indonesia sangat menyayangkan apabila di kedepannya nanti semua DJ2 Female harus menjadi Topless DJ. Skills DJ Female tidak hanya menjual pakaian minim dan wajah yang cantik tapi tetap harus menampilkan kualitas yang terbaik.


Saya berharap untuk ke depannya DJ2 Female di Indonesia bisa lebih dihargai dan dipandang sesuai dengan kemampuan sebagai seorang DJ dan menjadi lebih kompetitif yang sehat dengan majunya trend yang positive bukan ke arah yg negatif (DELIZIOUS DEVINA | 1945MF)

Gw mau share opinion gw soal statement Romy dibawah ini. Menurut gw statement tersebut baik dan tidak bersifat memaksa , tp lebih menghimbau agar temen2  tidak lupa profesi DJ itu secara professional.
Menurut gw DJ is playing music while in the same time ur educating and makes people understand , appreciate ur music and makes them feel happy.

DJ = Its all about good music!

Not the way u dress up , self performance , dancing , shouting etc
That's all Folks
(DJ NARO | ORIGINAL NARO)

Dari tahun2 kemarin gw sudah mengusulkan agar JANGAN lagi memakai istilah FDJ, TDJ atau WDJ atau apapun itu, baik di forum Ravelex maupun via twitter. Even Mixmag or DJMag pun TIDAK pernah memakai istilah tersebut.

Ironinya di Indonesia ada yg beranggapan bahwa alasan pemakaian istilah FDJ itu UNTUK MENEGASKAN BAHWA DIA ITU DJ WANITA.. sangat lucu banget alasannya, tapi bisa membuat pengertian yg ambigu dan membuat org awam  terjebak dalam dekotomi seolah olah pemakaian istilah FDJ menjadi sakral dan dikultuskan agar mendapat positioning  dan added value "lebih" dari DJ2  pria.

Kita sama sama mengerti, ini tidak terlepas dari strategi bisnis di dunia entertainment agar tetap survive dalam kondisi yang sangat stagnan seperti sekarang. Tapi bukan berarti bisa taking for granted dari profesi dan istilah DJ ini kan? masih banyak cara2 lainnya.

Terlepas dari Gender dan Genre, kebebasan berkarya, berekrpesi, berimprovisasi adalah hak setiap orang, tapi janganlah pada akhirnya menghancurkan image dari profesi DJ tersebut, karena akan mermbunuh profesi ini Simply: "PLEASE DON'T PUT ANY DJ TITLE WITH YOU, BECAUSE YOU ARE NOT A DJ" (DENY | SOP)

Secara nggak langsung gue udah ada di dance scene ini dr tahun 1992. Gue mengikuti & respect dgn senior gue. Start dr Anton, Romy, Naro, Riri, Remy Irwan, dll. Gue bangga makin kesini industri club dan electronic music sgt berkembang. Sayangnya bbrp hal yg membuat warna dr kreatifitas kita selaku dj mulai diatur.
Mulai dr banyaknya request (harus memainkan lagu yg sama terus), club owner yg kurang punya taste music yg berkembang krn selalu yg jadi tujuan utama adalah penjualan minuman. Gue nggak naif kok, club hidup dr situ tapi Dance scene kita akan terbentuk kalo resident club, management club dan owner club punya ground rules music yg jelas. Sehingga clubbers datang itu lama2 terdidik dgn evolusi music krn music itu selalu evolved. Nggak gampang emang kalo kita mau idealis, tp bisa kok. Mungkin gue bicara ini krn banyak temen2 seprofesi yg merasakan hal yg sama. So.. Yuuk bangun lagi dance scene kita scr benar baik mainstream atau underground seperti tahun2 90-an, tanpa perlu ada inovasi2 yg menurut saya kurang proper kalo bbrp dj yg sampe harus "pamer" body. Remember! its all about music, nothing else! Thats it :)
(WINKY | JUNKO)



11/06/12, 21:32 by phuture89 , Viewed 8684 times.

Comments

Please login or register to post comments.
    Pages: [1]

    Write Comment

  • Gober  on 12/06/12, 16:28
    wow thanks for the article... kita up di article yes...
  • dedoSixteen  on 12/06/12, 16:33
    Mampir2 yah ke TUESTEP setiap 2 Minggu sekali hari selasa di Borneo..
  • Gober  on 12/06/12, 16:52
    Saya juga setuju penghapusan FDJ, gua rasa kalau memang tuh dj udah siap bersaing dengan laki laki, ngapain juga dia tempelin istilah itu didepan namanya.

    Soal pakaian minim, selama gak pake kancut, gua rasa itu urusan si dj cewe itu, tapi kalau udah sampai pake bumbu bisa F(uckable) DJ, nah itu keterlaluan dan bakal bikin scene yg kita bangun ini rusak.
  • phuture89  on 12/06/12, 17:06
    deedo:
    WAH IYA TUESTEP...GUE TAMBAHIN YA DO IZIN DI ARTIKEL DIATAS BOLEH ? HITS JUGA TUH #serius
  • phuture89  on 12/06/12, 17:11
    Saya juga setuju penghapusan FDJ, gua rasa kalau memang tuh dj udah siap bersaing dengan laki laki, ngapain juga dia tempelin istilah itu didepan namanya.

    Soal pakaian minim, selama gak pake kancut, gua rasa itu urusan si dj cewe itu, tapi kalau udah sampai pake bumbu bisa F(uckable) DJ, nah itu keterlaluan dan bakal bikin scene yg kita bangun ini rusak.

    yup uncle, gue rasa yang dimaksud DJ ROMY cukup jelas dari quote diatas, bahwa dj cewek berbaju minim yang berdampak negatif adalah dj cewek berbaju minim "yang konon" bisa FCUK-ABLE itu. soal dj cewek lainnya berbaju minim alias sexy..ya itu sih gpp, kan bagian dr mode atau fashion ya :) jadi silahkan..makin minim makin hot kok..apalagi ditambah dengan set dan skill dj ing nya yang cang cing kayak gasing ...

    soal dimasukkin ke artikel..wah seru,..siap...tp mohon di revisi dan edit dulu sesuai pakem rvlx dan informasi tambahan lainnya melalui oom momod dan temen2 senior dan berpengalaman di event organizing ini..biar artikelnya tambah berbobot..maklum yang ini belum berbobot karena ane cuma nulis iseng-iseng tapi serius :)

    peace.....
  • Ucil  on 12/06/12, 17:56
    Its about time !!! AYO MAJU !!!
  • penyokabis  on 12/06/12, 23:32
    Artikelnya bagus nih cuma tipsnya gimana jdnya? gw juga pengen event gw sukses nih soalnya
  • 1945MF  on 13/06/12, 00:01
    Nice topics...
  • QINOY TORSTEN  on 13/06/12, 02:56
    Sip Sip .. *bgs*
     
    Perlu kali yah owner owner ato bahkan para pengurus club diundang buat kumpul jadi satu ,
    seperti kalo di dunia broadcasting ada wadah persatuan yang dimana di setiap tahun mereka mengadakan perkumpulan ato pertemuan ngebahas tentang apa apa aja yang merusak dunia penyiaran ato kurang lebih seperti itu ..
    dan bahkan dari dunia seperti kita ada wadah yang dimana kami dr pihak club club daerah diundang ke jakarta untuk menghadiri suatu seminar tentang " CARA MEMBUAT EVENT SUKSES, BERMUTU & BERMANFAAT " dan juga bisa lebih kompak untuk memberantas #HapusFDJ , dan semua yang akan dibahas..
    jadi semua club club di tiap tiap daerah bisa membuka wawasan nya lebih baik lagi..#jujur saya pihak dari club , sangat mendukung sekali hal hal seperti ini dan semoga tetep berada didalam koridor #
    Amin
    hehehehe..

    Nice Topics ,# Kalo di Facebook LIKE THIS *bgs* *piss*
  • phuture89  on 13/06/12, 07:48
    Artikelnya bagus nih cuma tipsnya gimana jdnya? gw juga pengen event gw sukses nih soalnya

    Tips nya menurut thread ini yg dibahas adl sukses dengan jalan tidak harus selalu ramai, tp sukses dgn cara lainnya yaitu membuat event yg "mungkin" tidak sukses dlm arti ramai atau dr segi omset nya saja namun dr sisi yg lain spt : kualitas artist/pengisi acara, kualitas event, genre yg ditawarkan berwarna, konsep yg baru dan setidaknya rare alias tdk itu itu saja, dan menjadi suatu event yg setidaknya menawarkan satu dua hal yang baru (setidaknya bila tidak di nasional, baru di regional masing-masing)

    Untuk kunci sukses dlm arti regular yaitu:
    Ramai, omset (bar dan ticket), dan hal lainnya yang regular, kalau ga salah di thread lain ada kok atau mungkin temen2 yg pengalaman dan jago event bs bantu pak penyok nih ?

    Thx u

    Thx u
  • djdimboy  on 13/06/12, 08:41
    Mantaapp, article yg membangun...
    gw setuju bgt sama keterangan dr romi,akhda,devina dan naro

    ayolah kurangin pandangan orang tua2 kita klo dunia malam itu tidak baik...
    pasti juga banyak lah dj2 cewk yg masih di temenin orangtua nya klo dia perfomance...
    tp gimana jdnya klo orangtua itu sendiri melihat hal2 yg tidak baik dr para pelaku dance nya
     :-\

    majulah terus dance music indonesia... *tepuktangan*
  • Gober  on 13/06/12, 11:51
    full support sob!!!  *bgs* *bgs* *bgs* *bgs* *bgs* *tepuktangan* *tepuktangan* *tepuktangan* *tepuktangan*
  • nandi  on 13/06/12, 13:05
    Kalo urusan konsep dan musik gw rasa pasti banyak yg mau bikin yg beda dan menarik..kendala yg paling besar kedua setelah budget ya di koneksi..punya budget sekalipun tp kalo gada koneksi dan backup juga gw rasa susah.dan ujung2nya politik..terutama untuk non big name DJs mereka yg susah. Banyak juga EO2 yg didepan ngmg saling support tapi dibelakang sebenernya saling ngejatohin (Damn, I love this "Support" word)
                           Mungkin passion for music pada awalnya udah berubah jadi passion for business or politics. Dan  kalo mental2 pelakunya juga tetap begitu aja apa yg bisa diharapkan untuk kedepannya.event yg "unik dan beda" semakin susah diwujudkan imo.kalo soal FDJ itu mereka cuma cari makan dengan caranya sendiri. Bener atau salah itu urusan mereka dan mereka punya pasarnya sendiri. Toh ga ada undang2 yg melarang..Meskipun secara pribadi gw ga setuju buat yg cuma jual tampang but lack of talent and skill..but that's their own business..

    Sorry kalo opini gw begini.No offense..tp itu yg gw liat..but hey, I'm just a kid from yesterday evening. So don't listen :p
  • DJ Deny  on 13/06/12, 13:35
    Dari tahun2 kemarin gw sudah mengusulkan agar JANGAN lagi memakai istilah FDJ, TDJ atau WDJ atau apapun itu, baik di forum Ravelex maupun via twitter. Even Mixmag or DJMag pun TIDAK pernah memakai istilah tersebut.

    Ironinya di Indonesia ada yg beranggapan bahwa alasan pemakaian istilah FDJ itu UNTUK MENEGASKAN BAHWA DIA ITU DJ WANITA.. sangat lucu banget alasannya, tapi bisa membuat pengertian yg ambigu dan membuat org awam  terjebak dalam dekotomi seolah olah pemakaian istilah FDJ menjadi sakral dan dikultuskan agar mendapat positioning  dan added value "lebih" dari DJ2  pria.

    Kita sama sama mengerti, ini tidak terlepas dari strategi bisnis di dunia entertainment agar tetap survive dalam kondisi yang sangat stagnan seperti sekarang. Tapi bukan berarti bisa taking for granted dari profesi dan istilah DJ ini kan? masih banyak cara2 lainnya.

    Terlepas dari Gender dan Genre, kebebasan berkarya, berekrpesi, berimprovisasi adalah hak setiap orang, tapi janganlah pada akhirnya menghancurkan image dari profesi DJ tersebut, karena akan mermbunuh profesi ini

    Simply:
    "PLEASE DON'T PUT ANY DJ TITLE WITH YOU, BECAUSE YOU ARE NOT A DJ"


    Massive Respect,

    Deny



  • phuture89  on 13/06/12, 14:15
    1. tp kalo gada koneksi dan backup juga gw rasa susah.dan ujung2nya politik..terutama untuk non big name DJs mereka yg susah. Banyak juga EO2 yg didepan ngmg saling support tapi dibelakang sebenernya saling ngejatohin

                           2. soal FDJ itu mereka cuma cari makan dengan caranya sendiri. Bener atau salah itu urusan mereka dan mereka punya pasarnya sendiri. Toh ga ada undang2 yg melarang..Meskipun secara pribadi gw ga setuju buat yg cuma jual tampang but lack of talent and skill..but that's their own business..

    Sorry kalo opini gw begini.No offense..tp itu yg gw liat..but hey, I'm just a kid from yesterday evening. So don't listen :p



    1. Ini salah satu "INTI" dari event yang berwarna dan tidak itu-itu saja, yaitu seharusnya eo/club mengerti dan memposisikan diri mereka sebagai "PENCARI BAKAT" sesekali waktu dalam arti yang sebenarnya. Jangan cuma menampilkan dj yang TOP (terkenal dan aman) saja, Jangan cuma DJ yang dengan banyak atau sedikit achievement nya, ga perlu dj yang bisa diajak barter event, tapi juga seharusnya eo/club "BERANI & PANDAI" mencari talenta dj baru ataupun nama lainnya yang tidak terdengar secara gamblang namun memiliki modal dan kemampuan secara umum DJ ing yang baik. Ibaratnya, kenapa gak eo/club menciptakan dan mengorbitkan dj2 yang tidak dikenal sebelumnya namun pada akhirnya dikenal secara umum. Pada akhirnya, eo/club tersebut menciptakan talent baru di edm dan menjadi pintar. memang ini bukan permainan yang aman, tapi tentunya akan menjadi permainan yang memerlukan otak, yang berhasil "artinya" otaknya berjalan pintar dan kreatif.

    2. soal Undang-Undang nya ada, UU Pornografi / Pornoaksi bila berbicara tentang hukum positif (berdasarkan UU No. 44 tahun 2008 ttg pornografi dan pornoaksi pasal 34 dan 36) link: http://www.lbh-apik.or.id/uu-pornografi.htm , namun dalam hal ini sekali lagi bukan bermaksud tidak setuju dengan dj cewek yang berpenampilan seksi dalam gigs nya, namun yang menjadi titik masalah adalah mereka dj cewek berpenampilan seksi dan minim yang tidak diikuti dengan kemampuan dj ing secara global yang mumpuni bahkan dj cewek yang "konon" FCUKABLE spt yang DJ Romy katakan dalam opininya.

    ada opini  lain mungkin temans2 silahkan menambahkan, no offense, it's about time kalo kata ucil, bukan saatnya gontok2an, beda2 tapi tujuan satu untuk mengangkat EDM di Indonesia menjadi lebih baik setiap saatnya.

    thank you.
  • astrid  on 13/06/12, 17:02
    # curcol dikit ya teman2.....

    contoh:
    di satu tempat baru dgn para owner yang baru kenal dunia ini...dia minta DJ nya Cew aja...pasti kalo DJ cew banyak yang dateng apalagi kalo DJnya cantik, pakaiannya tipis/toples....kalo udh tahap kedua mereka bilang...bisa FCUKABLE gak DJ nya.....

    *dalam hati.....kalau pas yang dateng anak anak new clubbers mereka gak akan ambil pusing...yang penting pas, enak di kuping, sambil minum selesai....nah kalo yang tamunya emang ngeh sm cara main itu DJ...dan pas itu FDJ maen asal atau lebih parahnya mixtape an doang di laptop...cuma ngandelin tampang, body.......OMG malu abis kan.....

    kalo udh begini mending ngundang DJ laki yang  mainnya bagus bisa ngangkat crowd juga dan pastinya ngefek ke revenuew itu tempat..

    -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    ya apa pun itu kalo emang bisa Fcukable janganlah make embel embel....dan kalaupun emang berkompeten gak perlu pake toples pun pasti akan di perhitungkan gigs kalian ...... *piss*



    keep peace and PLUR
  • DJ Rangga_Electros  on 13/06/12, 17:26
    baru nyimak... Topik artikelnya Bagus banget.

    dan gw setuju dengan opini para senior diatas, dibikin positif ajalah dengan jalan yang bener. Kita semua kan intinya berkarya. gw setuju penghapusan nama FDJ karena bener yang disampaikan oleh paman Gober, klo memang ingin bersaing dengan laki2 ngapain lagi harus ditempelin embel2 itu?


    menurut gw dimana2 wanita jaman sekarang selalu saja berurusan dengan gender. (walopun gak semua sih) ;P imho

    namun, perlu diingat..
    "UANG SELALU MEMBUTAKAN HATI DAN PIKIRAN, KREATIVITAS SELALU MENCERAHKAN."


    Respect to All Senior DJ & Producer. Peace as Always.
    - Rangga Electroscope -




  • phuture89  on 13/06/12, 18:49
    # curcol dikit ya teman2.....

    kalo udh begini mending ngundang DJ laki yang  mainnya bagus bisa ngangkat crowd juga dan pastinya ngefek ke revenuew itu tempat..

    ^ UDAH YANG PALING BENER. SETUJU.
  • deffd  on 13/06/12, 21:28
    Tempat akyu sih gak pernah pake fdj soalnya takut nanti ada BDJ (Binan DJ) atau CDJ (Cong DJ)
  • deffd  on 13/06/12, 22:00
    # curcol dikit ya teman2.....

    contoh:
    di satu tempat baru dgn para owner yang baru kenal dunia ini...dia minta DJ nya Cew aja...pasti kalo DJ cew banyak yang dateng apalagi kalo DJnya cantik, pakaiannya tipis/toples....kalo udh tahap kedua mereka bilang...bisa FCUKABLE gak DJ nya.....

    *dalam hati.....kalau pas yang dateng anak anak new clubbers mereka gak akan ambil pusing...yang penting pas, enak di kuping, sambil minum selesai....nah kalo yang tamunya emang ngeh sm cara main itu DJ...dan pas itu FDJ maen asal atau lebih parahnya mixtape an doang di laptop...cuma ngandelin tampang, body.......OMG malu abis kan.....

    kalo udh begini mending ngundang DJ laki yang  mainnya bagus bisa ngangkat crowd juga dan pastinya ngefek ke revenuew itu tempat..

    -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    ya apa pun itu kalo emang bisa Fcukable janganlah make embel embel....dan kalaupun emang berkompeten gak perlu pake toples pun pasti akan di perhitungkan gigs kalian ...... *piss*



    keep peace and PLUR

    Ada tuh di jateng club baru yang bos nya minta residen dj nya cewe cantik tinggi dll waakakakakakak......hayo apa namanya
  • MiLoNopnop  on 14/06/12, 01:26
    Tempat akyu sih gak pernah pake fdj soalnya takut nanti ada BDJ (Binan DJ) atau CDJ (Cong DJ)

    Bwahahahahaha .. Pak Defdi koclaaakkk ... (!) Hidup Kumis!!
  • MiLoNopnop  on 14/06/12, 01:29
     *tepuktangan*Buat Om Hajj Phuture: BETOL BETOL BETOL dan sebagai anak bawang putih abu2, saya pun tentu masih harus banyak berguru pada muh dan teman2 senior yang lain  *bgs*

    Pokoknya sering2 deh curhat beginian, biar semakin cerah dunia per-EDM (an) negara tercinta ini.

     :-* dari #demitpumping | #pocongracing
  • eend10  on 14/06/12, 10:09
    # curcol dikit ya teman2.....

    contoh:
    di satu tempat baru dgn para owner yang baru kenal dunia ini...dia minta DJ nya Cew aja...pasti kalo DJ cew banyak yang dateng apalagi kalo DJnya cantik, pakaiannya tipis/toples....kalo udh tahap kedua mereka bilang...bisa FCUKABLE gak DJ nya.....

    *dalam hati.....kalau pas yang dateng anak anak new clubbers mereka gak akan ambil pusing...yang penting pas, enak di kuping, sambil minum selesai....nah kalo yang tamunya emang ngeh sm cara main itu DJ...dan pas itu FDJ maen asal atau lebih parahnya mixtape an doang di laptop...cuma ngandelin tampang, body.......OMG malu abis kan.....

    kalo udh begini mending ngundang DJ laki yang  mainnya bagus bisa ngangkat crowd juga dan pastinya ngefek ke revenuew itu tempat..

    -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    ya apa pun itu kalo emang bisa Fcukable janganlah make embel embel....dan kalaupun emang berkompeten gak perlu pake toples pun pasti akan di perhitungkan gigs kalian ...... *piss*



    keep peace and PLUR
    di kota ane juga ada tuh club yang model gituan (yang ane bold)
    mainin mixtape? ,ada juga tuh ,padahal namanya udah gede loh di kancah edm Indonesia .hehe
  • walasok  on 14/06/12, 10:11
    jadi definisi event yang sukses itu apa sebenernya?
  • phuture89  on 14/06/12, 15:56
    Walasok : yg normal adl spt yg di alinia pertama, yaitu diantaranya ramai pengunjung (tiket ok), artist/dj/pengisi acara yang bagus dalam menunjukkan kemampuan dj/mc/vj ing nya (ga harus top tp mumpuni), acara berjalan lancar dan tertib (perizinan dll aman dan sesuai prosedur), konsep atau tema event yg menarik, dll.

    Namun di dlm thread ini membahas kunci sukses nya event dr sudut pandang yang lain, yang mungkin tidak sehat dr segi bisnis/industri namun memiliki nilai plus dalam soal kualitas dan nilai manfaat event tsb.
  • Dree_  on 14/06/12, 16:52
    Hmmm,, kalo gw rasa masalah ini adalah masalah global kok di dunia EDM gak hanya di Indonesia. Dibelahan dunia manapun emang ada industri yang memang menyajikan Toples dj. Seperti di Russia misalnya. Tapi menurut gw harusnya sih hal ini gak segitu mengganggu perkembangan EDM yah. Balik lagi ke kita yang ngaku punya spirit underground and punya taste yg bagus soal quality music. Kenapa gak dari diri kita aja dulu lebih semangat untuk membuat sebuah scene yang lebih berkualitas. Atau membuat sejarah seperti DJ Romy dulu yang membawa spirit underground house music 20 tahun yang lalu??? Hayoo, kalo kita mau kita bisa kok... seperti kata Ucil bilang "its all about time". Tinggal lo mau apa gak?

    Jujur aja gw dateng ke beberapa party gw cuma liat andalan dari party tersebut adalah line up nya. Apakah itu party yang sukses menurut lo? Buat gw sih gak! Gw kangen sama party jaman dulu... saat dimana lo dateng ke party tersebut, lo gak cuma dateng, meet a friends, mabok. Trus lo pulang tapi besoknya lo lupa lo ngapain aja di party tersebut karena lo terlalu mabok.

    Buat gw party yang sukses adalah party yang gak cuma ngandelin line up aja,,, Tapi lebih ke party yang membuat lo selalu inget akan seberapa kerennya party tersebut. Dari konsep, line up, lokasi, vibe nya, quality crowd, safety, dan yang pasti memorable. Gw masih inget saat dulu gw dateng ke sebuah party, mabok gw sukses banget, trs saat gw pulang, gw masih ngomongin soal kerennya party yang gw datengin ini selama 2minggu kedepan sama semua temen gw yang dateng ke party ini. Gila,,, masih berasa aja vibe partynya selama 2minggu kedepan. Ini ukuran party yang sukses buat gw. its not just another party.

    P.L.U.R
  • ApsaRey  on 15/06/12, 15:04
    Gw kangen sama party jaman dulu... saat dimana lo dateng ke party tersebut, lo gak cuma dateng, meet a friends, mabok. Trus lo pulang tapi besoknya lo lupa lo ngapain aja di party tersebut karena lo terlalu mabok.

    that's why we get along Dree! hahaha totally agree  :P
  • Dree_  on 15/06/12, 15:39
    Gw kangen sama party jaman dulu... saat dimana lo dateng ke party tersebut, lo gak cuma dateng, meet a friends, mabok. Trus lo pulang tapi besoknya lo lupa lo ngapain aja di party tersebut karena lo terlalu mabok.

    that's why we get along Dree! hahaha totally agree  :P

    Yes Rey :p
  • ZeN  on 15/06/12, 22:40
    saya sebagai penikmat ijin nyimak hehehe...
  • chrizz  on 17/06/12, 21:57
    suhu ikut nimbrung ... :)
    maaf ni barang kali salah kata  :)
    siapa sih yang  pertama2 nyebarin istilah FDJ  >:(
  • stormtroopers  on 21/06/12, 12:31
    Baru baca sampai akhir.

    Iya ya, siapa ya yang pertama kali dan menyebarkan istilah FDJ ?
    Dan kok banyak yang ikutan memakai istilah FDJ sampai akhirnya ada yang kritis mengguggat hal istilah FDJ tersebut.

    Nah,, sebelum menular lebih luas ke elemen EDM lain seperti MC dan VJ,
    gue harap yang buat poster atau yang memutuskan memakai istilah Female Visual Jockey, untuk acara Motion Graphic Sharing Session Sabtu tanggal 16 Juni 2012 di Kemang 89 baca Thread ini, atau kalo pun ngga baca, ada yang kenal tolong dikasi link nya supaya baca.

    Memang Visual Jockey yang berkelamin perempuan di Indonesia tidak sebanyak yang berkelamin pria. Tapi apakah perlu banget ya pake nambahin kata FEMALE di depan nya?

    Yang DJ jadi FDJ sedang diperdebatkan, eh sekarang malah muncul istilah Female Visual Jockey.

     *jlk*  :(

  • mocko  on 21/06/12, 21:26
    ^ gak sekalian female lighting jockey, female MC, female motion graphic, female music video director
  • Bopal  on 21/06/12, 23:12
    Sukses, kalau masih berasa journey-nya dan masih nyisa sampe berapa hari



    Totally agree with you Dree

    Buat gw party yang sukses adalah party yang gak cuma ngandelin line up aja,,, Tapi lebih ke party yang membuat lo selalu inget akan seberapa kerennya party tersebut. Dari konsep, line up, lokasi, vibe nya, quality crowd, safety, dan yang pasti memorable.
  • Rendy  on 21/06/12, 23:40
    Female whatsoever topic:

    basically Female selalu punya nilai lebih di awal ya, jadi nya sering di salah-gunakan untuk mendongkrak selling point sebuah event scara umum atau event EDM khususnya. apalagi kalo ditambah cantik aduhai dan "bisa" *peace girls...i'm just saying.

    faktor basic ini yang sangat potensial untuk mengaburkan basic skill yang sbenernya, whether she's a DJ/MC/VJ or even a lawyer...sbenernya tinggal talent nya aja yang tinggal nentuin karakternya, apakah dia bener2 into her profession? that would end in her quality works (in music/visual/voice/etc.)

    dan buat istilah tambah Female2-an menurut gw itu emang terang2 pengen ngejual female nya...udah jelas2 di foto ato dari namanya cw...masih juga pake embel2 female, malah terkesan kurang percaya diri dengan selling value event nya.

    ini berujung jadi trend publikasi yang salah kaprah dengan menambahkan embel2 Female sebelum DJ/VJ/MC, yang sebenernya juga ga perlu...(kinda cheesy based on my personal opinion)

    for topless DJ, well that's totally hard sell dudes...or shud we add the "Female" again before topless?? ;D

    once again...please don't mix lust and performances :p


    For Quality Events..

    Ask ourselves as crowds, apa yang kita dapet dengan masuk kedalem event itu...

    is it only about the good music? only because of the crowds are all our friends? theF&Bs good? Lightings? Visuals? Talents? cheap tickets? plenty of Guestlist? good flows?

    klo smua aspeknya hit your satisfaction, and people keeps talking about theirs too...well from my perspective, i would say that event is quite a success :)


    IMHO
  • Nuezzz  on 24/06/12, 03:26
    hehe...hbs kata gw klo komenin about FDJ dan istilah2 planet nya cuma bsa geleng n senyum aja gw liat hal hal itu (ga hbs pikir jekkk..),tar lgi jgn2 muncul SDJ (shemale dj) haha...yg iya knp sih indonesia terlalu byk istilah yg ngakibatin org jd ngaco pengertianya,kasihan kan yg baru mau bljr...
    yg gw cuma mau sampein  :
    where is our old rave party like before pass time
    where is the good quality dj,club,organizer event
    where is the nice quality event
    and where is the good n quality crowds RIGHT NOW !!!???


  • dj.pauL  on 24/06/12, 09:42
    this is all about money and they used all the way to get it in their grasp.. :)

    and offcourse they forget about the QUALITY..
  • phuture89  on 24/06/12, 11:25
    hehe...hbs kata gw klo komenin about FDJ dan istilah2 planet nya cuma bsa geleng n senyum aja gw liat hal hal itu (ga hbs pikir jekkk..),tar lgi jgn2 muncul SDJ (shemale dj) haha...yg iya knp sih indonesia terlalu byk istilah yg ngakibatin org jd ngaco pengertianya,kasihan kan yg baru mau bljr...
    yg gw cuma mau sampein  :
    where is our old rave party like before pass time
    where is the good quality dj,club,organizer event
    where is the nice quality event
    and where is the good n quality crowds RIGHT NOW !!!???




    Thx u komennya nuez...pertanyaan dan harapan yang baik. Yang lebih pas jawab para senior niii...krn pengalaman mrk dr awal....bagaimana ini bisa terjadi ? Kira kira gmana jadinya edm kita kedepan kalo begini terus....lalu bagaimana cara membangun ulang events yg quality.
  • Nuezzz  on 25/06/12, 17:37
     @ phuture89 :

    Ur Welcome bro...yang pastinya kita ga putus harapan utk nge bangun EDM indonesia walaupun byk cobaanya...

    KEEP THE FAITH Guyzzz...  ;)




  • echaaaa  on 26/06/12, 01:05
    bring back turntables .... that should weed out the wannabe's and the modal tampangs , cdj's makes ya lazy
  • echaaaa  on 26/06/12, 01:09
    udah kebanyakan gw denger perempuan asal cantik mixing standar bahkan ada yang kacau tiba2 udah maen kemana2 .... seeesh , scene ini udah kepalang ancur , ancurin aja skalian , bikin festival dj toket nasional


    gw respect sama dj perempuan yang bener2 true to the art dan terus berusaha lebih baik lewat skill dan inovasi , which is maybe cm 20% dari semua dj perempuan di indonesia , the 80% can get on their knees and suck my dick
  • phuture89  on 26/06/12, 07:04
    di tambahin satu lagi : sekarang dunia punya DJ Paris Hilton..blarrrrr :)
  • galihwibi22  on 26/06/12, 13:28
    yess, gak selalu apa yg kita lihat tp kita jug mau apa yg kita dengar. merujuk pada makin bnyknya talent yg hanya menampilkan visual diri mereka, bukan audio skill musik mereka.
  • Rizko Pradana. A  on 01/07/12, 18:03
    artikel yang bagus nih...

    ada dari om phuture89 yang bilang seharusnya eo/club pencari bakat, itu gue sangat setuju karena sangat banyak orang yang mempunyai skill, knowledge, and passion yang gue pikir mereka sudah melebihi standar..contoh misal pencari bakat pada ravelex campus dj hero, gue melihat yang lain kalo emang diberbagai belahan daerah indonesia banyak bgt HERO yang belum kexpose,dan gue salut setnya mereka gokil segokilnya...

    mungkin emang mereka bingung masarin diri mereka sendiri ataupun belum bisa diterima orang banyak..yang jelas keep it real...

    maaf kalo pembahasannya kemana2 ya :D...
  • phuture89  on 01/07/12, 18:58
    Ga kemana mana kok brot, bener udh komen loe buat gue. Walau hampir ga mungkin yah kalo club spt yg kita harapkan krn kebanyakan club emang nyari uang sbg modal hidup dan bisnis mrk. Yg bisa kita harapin skr adl, temen2 eo dan label tetangga yang mau buka mata dan hati, dan memberikan kesempatan buat semua dj di indonesia utk main di event mrk, tentunya ga semua dgn cara giliran ya, tetap disesuaikan dgn visi dan jenis event yg mrk buat, toh ada rvlx....kita semua bisa promo dan mengenalkan diri kita dsini. Dam tentunya kita semua harus berani mulai mengajak orang lain pd event event kita, sbg wujud saling support sesama dj bangsa ini dan silahturahmi juga dan niat saling belajar.

    Ya, PR yg berat dan sedikit mimpi emang soal beginian...semoga ada jalan keluarnya ya. Satu hal yang pasti, jangan pernah meremehkan orang lain dalam segi apapun, krn kita semua masih belajar, ga ada yang lebih baik satu dgn yang lain, yang ada hanya yg sudah lebih berpengalaman dan minim pengalaman (sedang proses ke arah penuh pengalaman).

    Just my opinion, peace, respect.
  • Rizko Pradana. A  on 02/07/12, 00:15
    yoi brohh,gue angkat bukan hanya jempol,tapi semua jari untuk itu..dari tahun 2009 sampe sekarang misalnya buat event dgn line up bukan first lane tapi good quality agak susah,music policynya harus disesuaikan bgt,dan hampir semua club music policynya ga mendukung..

    kalo gue mungkin untuk konesep event ga terlalu utama, gue lebih konsen ke musik aja (sound selection atau misalnya) bukan konsep event,karena menurut gue faktor "X" utama buat EDM adalah musik.. jadi ya sebaiknya DJ indo selalu belajar utk mengerti apa yg dia mainkan...

     *tepuktangan*
  • olis  on 03/07/12, 16:26
    so far... gw biasanya datengin phunktion. boleh dicoba tuh yg lainnya..
  • phuture89  on 03/07/12, 20:38
    Dalam kultur edm, semua hal menjadi satu sob tanpa dibedakan. Konsep, venue, dj and the music. Itu sempurnanya, tp beda2 visi ga masalah, sukses buat event2 loe. Sedikit pengingat, crowd juga bukan hanya mencari good quality,,,tapi skill yg mumpuni harus mengikutinya. Gue yakin lah next time talent dgn good quality plus skill yg mumpuni juga menghasilkan sesuatu. Krn bahaya juga, kalo suatu saat ada dj yg set dan music policy nya cang cing tapi mainnya berantakan. Just my two cents. Sekali lagi thx komennya bro :) salam kenal dr sumatera.

    Olis : phuktion ? Sir yes sir :)
  • nandi  on 03/07/12, 21:59
    Sebenernya patokan skill yg mumpuni ini seperti apa? Bisa mixing baik dan benar plus flow musik yg pas atau harus bisa perkosa mixer main efek sama juggling 4 CDJ sekaligus??

    Tapi menurut anak kemaren sore seperti saya kayanya crowd cukup dgn mixing/beatmatch yg benar sama pemilihan lagu yg pas sesuai tema musik acara saat itu
  • echaaaa  on 04/07/12, 02:17
    Sebenernya patokan skill yg mumpuni ini seperti apa? Bisa mixing baik dan benar plus flow musik yg pas atau harus bisa perkosa mixer main efek sama juggling 4 CDJ sekaligus??

    Tapi menurut anak kemaren sore seperti saya kayanya crowd cukup dgn mixing/beatmatch yg benar sama pemilihan lagu yg pas sesuai tema musik acara saat itu

    then you have much to learn young padawan .....


    mixing standar ga ada salahnya,but to trully rock the crowd by having the skills to layer a lead horn + accapella di atas lagu lain ,sehingga jadi versi baru or a live mashup selain crowd bisa ngerasain set lo beda sama dj2 lain,itu juga showmanship , ga semua crowd dateng cuma sekedar untuk musik,ada crowd yang dateng buat ngeliat skill dan apa yang kita bisa lakuin sebagai DJ untuk ngasi warna baru ke musik yang udah jadi ,dan mereka biasanya berdiri paling dpan atau sekitar dj booth,merhatiin setiap detil hal yang kita lakuin ( di jogja malah gw ketemu yang sambil bawa notepad dan nyatet semua yang gw lakuin,di menit berapa dan setelah set sambil makan nanya2 LOL)

    layering accapella,doubling beat,fx mash,scratching,chop mixing itu pemanis di sebuah set DJ,thats what makes you unique and believe me, the crowd love it

    dengan penggunaan yang pas dan ga berlebihan,skill2 lebih dari sekedar beatmatching bisa bikin set lo beda,dan crowd pun ada tontonan yang menarik,liat setnya Romy,Chocolate Puma,Stanton Warriors DLL .... they have MAD DECK SKILLS ,trick mixing bukan ekslusif ke dj hiphop or turntblist , bahkan Tydi yang trance pun banyak maen trick mixing di setnya (gw nonton dia dari blakang dia langsung,di dj booth beberapa kali)

    tricks mungkin ga essential dari sebuah set,lebih ke sebuah pemanis,tapi di bilang ga penting juga ngga
  • David Tjin  on 04/07/12, 07:18
    then you have much to learn young padawan .....


    mixing standar ga ada salahnya,but to trully rock the crowd by having the skills to layer a lead horn + accapella di atas lagu lain ,sehingga jadi versi baru or a live mashup selain crowd bisa ngerasain set lo beda sama dj2 lain,itu juga showmanship , ga semua crowd dateng cuma sekedar untuk musik,ada crowd yang dateng buat ngeliat skill dan apa yang kita bisa lakuin sebagai DJ untuk ngasi warna baru ke musik yang udah jadi


    meh.. to each their own.. ini ada video dari idola gw dj T. yg gak make efx, juggling, sampling or whatever..

    http://www.ustream.tv/recorded/16716920

    dan bukan cuman dia aja.. most of house heads yg gw suka juga santai aja tuh, no scratching, no flanger, no hands in the air, no over the top dancing..

    decent tracks and deeper understanding of music is all you need..
  • danzig  on 04/07/12, 08:32
    @david: bener juga sih, but tricks and stuff won't hurt. in fact, they add a lot, IMO. itu juga yang bikin dj kaya jeff mills nonjol dari yang lain.
  • phuture89  on 04/07/12, 09:47
    Bener, semuanya bener. Pake efx pake looping gak pake efx gak pake looping bebas. Tujuannya satu, set bagus main ga berantakan. Crowd senang dj riang. Angkat gelas bir banting lagi!
  • nandi  on 04/07/12, 09:55
    Ooh berarti persepsi dan selera kita tentang skill yg mumpuni beda ya..hehehe

    Gw emg lebih nunggu seorang DJ ngeluarin track yg ga ketebak di setnya dan ngebawa flow setnya kearah yg gw kira sebelumnya drpd nunjukin trick2 dgn alat..gw rasa dari DJ jaman dulu cuma modal 2 turntable sama mixer standar aja sudah cukup untuk bikin set yg berkualitas.

    Gw emg lebih concern ke sound.gw dateng buat nyari journey not just some skill show.But hey that's just a thought from young padawan like me..ehehehehe
  • echaaaa  on 04/07/12, 13:38
    jeff mills .... sakit jiwa tuh , 3 deck on turntables masi nambah live loop layering dan semua tanpa auto sync ..... now thats .... kick ass


    ps , kan ane udah bilang trick itu ga penting ,tapi ga ada salahnya ,journey juga penting

    gw setuju,to each of their own,buat gw pribadi pertimbangan skill lebih ke technical , saat milih dj buat maen di venue gw pun begitu,seandainya ad penawaran masuk untuk 2 DJ di tanggal yang sama yang satu setnya keren mixing standar dengan dj lain yang set keren mixing edan gw prefer ambil yang kedua,showmanshipnya dapet,yang otomatis sales juga naek akakakakakakak (otak dagang mulai takeover)
  • ZeN  on 04/07/12, 15:10
    then you have much to learn young padawan .....


    mixing standar ga ada salahnya,but to trully rock the crowd by having the skills to layer a lead horn + accapella di atas lagu lain ,sehingga jadi versi baru or a live mashup selain crowd bisa ngerasain set lo beda sama dj2 lain,itu juga showmanship , ga semua crowd dateng cuma sekedar untuk musik,ada crowd yang dateng buat ngeliat skill dan apa yang kita bisa lakuin sebagai DJ untuk ngasi warna baru ke musik yang udah jadi


    meh.. to each their own.. ini ada video dari idola gw dj T. yg gak make efx, juggling, sampling or whatever..

    http://www.ustream.tv/recorded/16716920

    dan bukan cuman dia aja.. most of house heads yg gw suka juga santai aja tuh, no scratching, no flanger, no hands in the air, no over the top dancing..

    decent tracks and deeper understanding of music is all you need..


    i second this...
    dateng buat enjoy the journey, enuf said
  • phuture89  on 04/07/12, 16:19

    buat gw pribadi pertimbangan skill lebih ke technical , saat milih dj buat maen di venue gw pun begitu,seandainya ad penawaran masuk untuk 2 DJ di tanggal yang sama yang satu setnya keren mixing standar dengan dj lain yang set keren mixing edan gw prefer ambil yang kedua,showmanshipnya dapet,yang otomatis sales juga naek akakakakakakak (otak dagang mulai takeover)

     *bgs*
  • Rizko Pradana. A  on 04/07/12, 22:52
    Quote
    Dalam kultur edm, semua hal menjadi satu sob tanpa dibedakan. Konsep, venue, dj and the music. Itu sempurnanya, tp beda2 visi ga masalah, sukses buat event2 loe. Sedikit pengingat, crowd juga bukan hanya mencari good quality,,,tapi skill yg mumpuni harus mengikutinya. Gue yakin lah next time talent dgn good quality plus skill yg mumpuni juga menghasilkan sesuatu. Krn bahaya juga, kalo suatu saat ada dj yg set dan music policy nya cang cing tapi mainnya berantakan. Just my two cents. Sekali lagi thx komennya bro  salam kenal dr sumatera.



    iya bro,salam kenal dr saya yg nomaden jkt-bandung :P

    oiya, bukan membedakan bro,maksud gue kriteria utama dalam edm menurut gue adalah musik...gue setuju dgn komen2 diatas dgn tanpa improvement pun set seorang DJ bisa dikategorikan gokil...bletak-bletak dikit masih bisa dimaafkan lah...seorang derrick carter aja mixing ga mulus2 banget kok...

    gue pribadi prefer untuk mendengarkan track2 yang ga keduga atau gue ga tau, ga direlease...dan bagaimana harmonisasi sewaktu mixing...   ---->  implikasi dari para DJ yang ga mainin top 40- top 100

    menurut gue,dengan cara seperti itu,akan mengedukasi crowd untuk menikmati set kita....
  • phuture89  on 05/07/12, 11:43
    Rizko : nah, soal bletak bletak atau dll.... Yang jawab yang senior aja yah soal dimaafin atau gak ? Saya hanya hamba edm, Tuhannya adl mrk para senior. Silahkan baiknya loe buat thread soal bletak bletak itu dimaafin atau gak, gue rasa akan jadi thread seru lagi :)

    Soal dj internasional atau siapapun yg bletak bletak atau dalam bahasa bakunya mainnya nabrak, gue rasa loe bener, namanya juga manusia, kesalahan dr faktor emosi, kesadaran, teknis bisa terjadi, wajar sekali sekali, shit happens aight? Tapi kalo keseringan, gue rasa lebih baik belajar dulu lagi soal dj ing yang bener, drpd buru2 pengen dibilang DJ, tp ga tanggung jawab dan profesional sbg dj justru bisa merugikan namanya sendiri dan merusak nama dan pekerjaan dj itu sendiri. Karena kalau gue pribadi, gue ga akan suka dgn seorang dj mau tracks dalam set nya rare ataupun keren gak umum tapi mainnya berantakan sering sering, lebih baik gue pulang ke rumah dr pd hati gue ngejerit kesakitan dan jijik krn kepala gue sakit dgr nya dan yang paling parah bisa ngebuat uang gue sia sia beli tiket, bir, vodka dan ecstasy wkwkw, apalah artinya lagu dan set dia yg keren itu tanpa mainnya yang aman.

    Cuma pendapat gue ya, tp ya gue juga masih belajar, mungkin salah, maaf dan tetap semangat :)

    Selamat bulan puasa sob bila merayakannya, much love and respect from lampung.
  • Gober  on 05/07/12, 14:35
    Topik ini kayaknya seru diangkat offline ya.
    Kira kira kalau jadi salah satu topik di gathering kita minggu depan pada setuju tidak?
  • Rizko Pradana. A  on 05/07/12, 14:38
    dear om phuture89 :P


    hmm,biasanya tipikal bletak kayak gini,mixing pertama kali di awal atau berapa ketukan di awal habis itu bisa smooth mungkin emang gaya bermain dari turn table yang di pitching terus... mungkin untuk lebih jelas lo dengerin youtubenya derrick carter, atau bisa ke live mixitapenya dia bro...

    mungkin nyambung ke salah satu quote di tempat asalnya house

    Quote
    knowledge gives people everything more than all effects atau improvment
    .....

    kalo emang sesuai argumen lo diatas,trus kenapa derrick selalu ditunggu semua orang di seluruh dunia...legendnya house salah satunya dia kan?

    that was IMHO broh  ..

    oiya mau bulan puasa, minal aidin wal faidizn yaaa....
  • echaaaa  on 06/07/12, 22:38
    berbicara dari sudut pandang pekerja club , event sukses itu pertama di lihat dari REVENUE ! (akakakakakakakakakakakak) ,bukan brarti kita memnguik nguik buta buat ngejer revenue, gw prefer make DJ yang bener2 top notch dan super picky dalam milih DJ terutama perempuan, kcuali gw dah pernah denger sendiri mainnya dan kualitasnya, i will not use some random chicas ,kalo ngandelin seks your club is only gonna be filled with horny men who doesnt understand shit about music

    flow,skill,performance jadi pertimbangan,tinggal kemasan dan promo ,dan intinya teamwork dari seluruh tim event sih ,gw prefer pilih DJ that would sell a lot of alcohol,not drugs , coz drugs doesnt make money,unless your a drug dealer

    dan gw cenderung mengusir jauh2 drug dealers,dan bikin suasana yang ga enak buat drug user (ga dingin dan terang) , that formula works for me , we droppin that money boiiiiiiii!!
  • phuture89  on 06/07/12, 23:32
    Topik ini kayaknya seru diangkat offline ya.
    Kira kira kalau jadi salah satu topik di gathering kita minggu depan pada setuju tidak?


    Harusnya ada ya pak admin :)

    Perdebatan di thread ini kan perdebatan para junior. Mungkin ada baiknya pendapat para senior edm indonesia ttg semua yg ada dan didebatkan pada thread ini. Dari cara membuat dan kategori event yang sukses, apa yang halal dan haram dr segi etika mengenai dj ing dan hal lainnya.

    Tidak berarti para senior benar, namun setidaknya memberikan pilihan pandangan dari kacamata mrk yang telah tahu lebih dulu mengenai edm yang tentunya dari waktu dan umur mrk lebih dahulu mengenal edm drpd saya dan teman teman yg masih seumur jagung di kultur ini.

    Mengenai rizko : gue ga ada lagi yg mau dikomenin soal bletak or derrick, di luar kewenangan gue dan agak menjauh dr thread walau masih ada korelasinya. Tapi bener deh, loe coba buat thread khusus ttg bletak bletak or apalah namanya termasuk soal derrick .... Dan kita harap para senior aja yg akan jawab dan berpendapat. Jd apapun jawaban mrk, tentunya lebih gamblang drpd gue yg masih juga belajar ttg dj ing dan kemampuan bermain baik :)

  • danzig  on 07/07/12, 07:29
    @phuture89 gapapa bro, komen aja di sini. anak2 ravelex nerima segala opini kok pasti ;D

    mengenai bletak2 sih gw rasa semua setuju kalo 1-2 sih ga masalah, wajar.
  • phuture89  on 07/07/12, 08:06
    Danzig : yg senior aja yah oom danzig :) bener..kalo 1 / 2 wajar..... Kalau lebih dr 2 .... Bisa kekencengan sob :) bahaya... Hehehe.

    Btw, harusnya ada future10, ismaya dll yg komen di thread ini ya ttg cara buat event sukses....
  • deejay adex  on 18/07/12, 11:10
    saya setuju semua dengan arguments and statements para senior, dj & rekan2 pemerhati serta pengamat musik khususnya EDM ( Electronic Dance Music )... Akhirnya hayoooo majukan kembali music Indonesia, hayooo maju terus para DJ-DJ Indonesia..Thanks (ADEX|ANDEZZSOUND)
  • deejay adex  on 18/07/12, 11:14
    Hayooo maju terus music Indonesia, maju terus para DJ Indonesia...Thanks (ADEX | ANDEZZSOUND)
  • MiLoNopnop  on 31/07/12, 03:30
    @Om Haji .. hopefully 22 September JADI & lancar. Ditunggu 24 Augustus nyah di Milounge. Inget palakkan eike yak  ;D biar bisa buka lapak pempek di pantai kuta  *tepuktangan* *tepuktangan*

    *salam cipok becek & peluk cinta dari Lenong  :P
  • phuture89  on 31/07/12, 09:29
    Miloinc : oh siap .... Mari kita atur basamo