ZoukOut 2012 Report



Bulan desember setiap tahun adalah saat dimana festival EDM tertua di Asia Tenggara digelar kembali. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, kali ini festival ini dibuat 2 hari, 7 dan 8 Desember 2012, dengan pre-party sehari sebelumnya di Zouk Club yang menampilkan megastar Avicii. Tempat digelar festival ini masih sama dengan sebelumnya yaitu Pantai Siloso, Singapura.

Festival ini dibuka perdana pada hari Jumat pada pukul 9 malam. Masuk ke dalam venue, kita melihat ada yang sedikit berbeda, biasanya Zoukout menggelar sampai dengan 4 area sepanjang pantai Siloso, tapi untuk tahun ini kita hanya melihat ada 2 area saja. Area pertama yang diberi nama Star Stage masih berada di sebelah kanan pintu masuk, di area ini kita bisa melihat penampilan dari Mambo Jambo, bintang dari Malaysia Blink & Goldfish, Major Lazer dan ditutup oleh Eclipse & Ghetto.

Area utama berada di spot yang sama seperti tahun sebelumnya, diberi nama Moon Stage. Disini panggung dibuat lebih besar dengan penampilan dari DJ belanda Hardwell, lalu Kaskade dan ditutup oleh trio Above and Beyond yang main selama 3 jam. Zoukout hari pertama ditutup pada lebih awal pada sekitar pukul 5 pagi.

Di hari kedua jumlah crowd yang datang jauh lebih banyak, maklum artis yang bakal main juga lebih menjual. Layout tidak ada yang berubah, hari ini acara dimulai sejam lebih cepat yaitu pukul 8 malam dan malam ini juga menambah 1 area kecil untuk menampung DJ lokal singapura unjuk kemampuan di Localized stage.

Di Star Stage kita bisa mendengarkan permainan dari Nina Kraviz, Maceo Plex, A-Trak dan ditutup dengan Live performance dari Paul Kalkbrenner. Untuk Moon Area kita disuguhkan musik dari Porter Robinson, Knife Party, Calvin Harris dan Paul Van Dyk. Bagi yang dateng ke DWP sehari sebelumnya mungkin tidak akan mendapatkan sesuatu yang baru, secara sebagian besar performer malam ini main kurang lebih sama dengan set sehari sebelumnya. Event ini ditutup disaat sunrise oleh resident dj Zouk, Aldrin.

Membuat festival selama beberapa hari adalah sebuah terobosan yang cukup berani dilakukan oleh panitia Zoukout. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan festival di negara tetangga yang cukup pesat. Di minggu yang sama, ZoukOut berhadapan dengan 2 event dari 2 negara tetangga yang biasanya menyumbang banyak crowd ke festival ini yaitu Indonesia (DWP) dan Malaysia (Thirst Festival) yang juga menampilkan lineup yang kurang lebih sama. Tapi sayangnya dengan 2 hari terselenggaranya festival ini tidak menambah pengalaman baru. ZoukOut masih seperti ZoukOut sebelumnya, kita tidak melihat adanya perubahan konsep atau hal lain yang dapat membuat event ini lebih berkesan. Layout tidak berubah dari tahun ke tahun, setiap stage masih ada di lokasi yang sama dengan tahun sebelumnya. Selagi festival lain berlomba untuk membuat konsep yang inovatif dan lebih menarik, ZoukOut sepertinya berjalan ditempat untuk urusan ini. Semua yang sudah pernah kita lihat di ZoukOut sebelumnya, ada lagi di gelaran tahun ini. Hal ini mungkin akan dirasakan membosankan bagi pengunjung yang sudah sering datang ke festival ini. Panitia ZoukOut harus keluar dari confort zone dan membuat perubahan di tahun depan, apabila tidak ingin crowd setianya kabur ke festival lain. Tapi walaupun begitu ZoukOut masih sanggup mengundang ribuan orang datang, kita masih merasakan harus berjuang menerobos crowd apabila ingin pindah dari satu area ke area lain. Overall ZoukOut still one of the best festival in South East Asia, dan semoga di tahun depan kita bisa melihat hal yang baru...


31/12/12, 21:20 by Gober , Viewed 625 times.

Comments

Please login or register to post comments.
    Pages: [1]

    Write Comment

  • deejay adex  on 27/01/13, 14:57
    keren kapan dibuat di salah satu kota di Sumatera?
  • deejay adex  on 27/01/13, 14:58
    keren kapan dibuat di salah satu kota di Sumatera?