Ravelex

#NEWS | DJ SHADOW DIHENTIKAN DITENGAH SET OLEH CLUB | MANSION, MIAMI

Offline echaaaa

  • Lendirz
  • GOLD MEMBER
  • *
    • Posts: 3.332
    • View Profile
    • 1945 MF
a good club calculate everything to the details , sampe pemilihan guest dj yang cocok untuk market dan crowd dia , ataupun mayoritas pengunjung club dia


in the end money matters , no matter what the music fans or critics say , the last call goes to the money , bitching about it wont make any change , kecuali lo siap menanggung target income malam itu, then clubs wont give a damn if your playing 190 bpm obsecure ambient stuff


that is the truth about clubs , and the industry in general

contohnya budha bar , dia dah ada market yang cocok sama sound dia .... ga mungkin tiba2 afrojack main di sana

kasus dj shadow ini yang perlu di persalahkan tim event dari venue tersebut dan booking agent dari shadow sendiri , its not the artist fault , he is just a victim of the industry



ps di forum luar even sampe shadownya sendiri unjuk bicara , perdebatan sengit antara dia ikutin crowd atau ikutin integritas dia sendiri
« Last Edit: 19/12/12, 13:08 by echaaaa »


Offline phuture89

  • GOLD MEMBER
  • *
    • Posts: 3.154
    • View Profile
Ngemeng2 soal buddha bar, masih ngutang aja tuh tempat sama gue, rico dan berick 6-7jutaan uang sharing. Walau agak kurang emosi setelah dukun sumatera bertindak & tempatnya tutup for good....loh kok jadi curhat ?!!!

Kembali ke soal kasus mirip2 DJ SHADOW, menurut pendapat gue kalo kasusnya : "mirip dj shadow alias event udah keburu jalan dan ditengah set dj tamu tsb di cut ...., tetap yg paling caur club nya (bisa owner, manager, siapa aja yg terlibat deh)...karena eh karena, walo begimanapun sbrpapun gedenya be'em ngaturnya si tamu pembuka botol atau anak pengusaha/pejabat/aparat maupun anak seorang keparat itu....decission maker kan pd akhirnya si club. Sebawel2 tamu kalo clubnya cuek aje (walau omset turun) tentunya si dj tamu tidak akan turun. Resiko ? Ya si tamu langganan pembuka botol yg banyak mau sok ngatur2 seneng nyawer itu ngambek & bisa2 ga mau lagi ke club itu. Ini terjadi pada era space lounge lampung, ga pernah dulu SL mau diatur tamu (walau omset emg turun pas bbrp dj tamu dgn musik yg mungkin baru utk tamu regular SL).....ini juga "mungkin" salah satu penyebab SL tutup....my bad ;)

Tapi puas....plus banyak yg musuin termasuk : anggota dewan karon, anak muda sok tua, abege beli bir 1 mabok gaya inek sekobok, dll....eh tp maap ni sekali lg cm tuker pikiran ya gue, bs aja salah...punten #PLUR #PEACE #SOPAN
« Last Edit: 19/12/12, 15:00 by phuture89 »
what we want what we believe


Offline mazday

  • Hardcore Partygoers
  • *****
    • Posts: 665
    • View Profile
@bung Ryan : I'd say #PLU, karena sepertinya #R sudah semakin sulit terlihat.
"What ever people say I am, that's what I'm not"


Offline walasok

  • Gokilz
  • GOLD MEMBER
  • *
    • Posts: 5.414
    • View Profile
masalah klasik ya..

sebenernya hal kaya gini bisa dihindari kalo seluruh management club itu support satu sama lain & club itu juga berani tegas. i happen to know some club yang berani kaya gitu.. ketika mereka sudah nerapin music policy apa di situ, mereka dengan tegas menerapkannya. ga cuma ke dj yang mereka undang tapi juga ke para pegawai mereka dan terutama tamu mereka..

ga ada yg bilang kalo itu gampang sih.. first few months emang struggling banget, tamu sepi, tergoda untuk melanggar konsep musik & tempat yang udah diplan dari awal. tapi yang membantu itu sebenernya the owners of the places yang percaya & yakin sama konsep mereka jadi para bawahan mereka juga ga berani macem-macem sama musik yang udah ada.. akhirnya emang terbukti kebentuk kan crowdnya, eventually emang orang yang dateng kepilih sendiri.. malah sekarang salah satu club itu jadi the hippest club in the island :)

malah jadi ngobrol ngalor ngidul.. semoga poin-nya tertangkap ya hahahaha
audio  - video - disco
I hear - I see  - I learn


Offline nandi

  • Hardcore Partygoers
  • *****
    • Posts: 634
    • View Profile
    • http://www.mixcloud.com/anandiwp/
masalah klasik ya..

sebenernya hal kaya gini bisa dihindari kalo seluruh management club itu support satu sama lain & club itu juga berani tegas. i happen to know some club yang berani kaya gitu.. ketika mereka sudah nerapin music policy apa di situ, mereka dengan tegas menerapkannya. ga cuma ke dj yang mereka undang tapi juga ke para pegawai mereka dan terutama tamu mereka..

ga ada yg bilang kalo itu gampang sih.. first few months emang struggling banget, tamu sepi, tergoda untuk melanggar konsep musik & tempat yang udah diplan dari awal. tapi yang membantu itu sebenernya the owners of the places yang percaya & yakin sama konsep mereka jadi para bawahan mereka juga ga berani macem-macem sama musik yang udah ada.. akhirnya emang terbukti kebentuk kan crowdnya, eventually emang orang yang dateng kepilih sendiri.. malah sekarang salah satu club itu jadi the hippest club in the island :)

malah jadi ngobrol ngalor ngidul.. semoga poin-nya tertangkap ya hahahaha

 *bgs* *bgs* *bgs*
I love all kinds of house, but i love that deep shit, the real shit, makes you bump your head..


Offline phuture89

  • GOLD MEMBER
  • *
    • Posts: 3.154
    • View Profile
@bung Ryan : I'd say #PLU, karena sepertinya #R sudah semakin sulit terlihat.

Bung rom, salam super ;)
what we want what we believe



Offline echaaaa

  • Lendirz
  • GOLD MEMBER
  • *
    • Posts: 3.332
    • View Profile
    • 1945 MF
masalah klasik ya..

sebenernya hal kaya gini bisa dihindari kalo seluruh management club itu support satu sama lain & club itu juga berani tegas. i happen to know some club yang berani kaya gitu.. ketika mereka sudah nerapin music policy apa di situ, mereka dengan tegas menerapkannya. ga cuma ke dj yang mereka undang tapi juga ke para pegawai mereka dan terutama tamu mereka..

ga ada yg bilang kalo itu gampang sih.. first few months emang struggling banget, tamu sepi, tergoda untuk melanggar konsep musik & tempat yang udah diplan dari awal. tapi yang membantu itu sebenernya the owners of the places yang percaya & yakin sama konsep mereka jadi para bawahan mereka juga ga berani macem-macem sama musik yang udah ada.. akhirnya emang terbukti kebentuk kan crowdnya, eventually emang orang yang dateng kepilih sendiri.. malah sekarang salah satu club itu jadi the hippest club in the island :)

malah jadi ngobrol ngalor ngidul.. semoga poin-nya tertangkap ya hahahaha


well its a struggle , ga gampang , ngebangun crowd juga tergantung pada lokasi, promosi, dan lokasi

for say you are located di sebuah destinasi wisata, dengan perputaran crowd yang berbeda setiap minggu ,seperti Bali,Miami,Vegas , membangun crowd is nearly impossible , gimana mau bangun crowd kalo setiap minggu patronnya berubah

mungkin bisa di lakukan di kota di mana crowdnya pasti,dan mereka lived there, untuk sebuah destinasi wisata its impossible, one of the giants of club has fallen for keeping their integrity, and that is the proof

solusinya ? bikin multi room dengan music policy berbeda .... itupun masi kemungkinan kalo satu room income is too low bakal ganti policy

handling clubs is tricky , bukan cuma masalah management support atau ngga tapi faktor lokasi,promosi dan turnout club itu sendiri, kita mungkin ga peduli sales kecil ga dapet gaji , bartenders? waiters? sekuriti? lama2 tereak juga lah



kecuali clubnya kedok money laundry mah cuek aja , asupan dana lancar ,club sepi,gaji lancar , paling staf boring ga ada kegiatan sama bete service charge kecil



the balance between integrity dan consumerisme

banyak club yang kesannya membabi buta dan desperate dengan make DJ ceweeek mulu, jualannya seeeks mulu , and trust me club model begini umurnya ga lama , ive seen so many these kinda places shutdowns , karena yang mereka andelin bos bos idung belang yang ga dateng kalo ga ada Pussy yang bisa di kobel (excuse my french)

its about building an atmosphere, and creating the right music policy for the kind of people that you want to come to your place

club idealis bisa survive ? bisa banget , dengan posisi yang tepat dan promosi serta marketing yang pas meski ga bakal sebesar incomenya dengan mainstream club ,its a struggle and you need a hell of a team, but if your location not right, you will die soon or later

« Last Edit: 20/12/12, 02:21 by echaaaa »


Offline olis

  • GOLD MEMBER
  • *
    • Posts: 4.263
    • View Profile
Nah ini ada bedanya klo di Indonesia nih, klo yang main DJ luar mau maen apa juga ga bakal di cut, klo yang maen dj lokal udah di CUT lgsg.

Kejadiannya kayak waktu el hornet (pendulum dj set) di Blowfish, crowd reguler blowfish yang rnb banget udah pada buka table buka botol, kejebak terpaksa ngikutin deh tuh joget2 sok iye malem itu untungnya mereka ga protes.

kaget juga sih kalo doi main di blowfish.. :D


 

Templates: 3: index (SunRise20), Portal (default), Display (SunRise20).
Sub templates: 8: init, html_above, body_above, portal_above, main, portal_below, body_below, html_below.
Language files: 3: SPortal.english (SunRise20), index+Modifications.english (SunRise20), ThemeStrings.english (SunRise20).
Style sheets: 1: portal (default).
Files included: 17 - 940KB. (show)
Queries used: 25.

[Show Queries]
SimplePortal 2.3.7 © 2008-2021, SimplePortal